
Flu. (Foto: Freepik)
PERNAH merasa hidung meler ketika berada di tempat nan dingin, meski tidak sedang flu? Kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi, terutama pada penderita asma, eksim, alias rinitis alergi.
Dikutip dari The Conversation, perihal ini dikenal sebagai cold-induced rhinitis alias rinitis akibat udara dingin. Sekitar 50–90 persen orang diperkirakan mengalaminya. Lantas, kenapa udara dingin bisa membikin hidung berair?

1. Hidung Berusaha Menghangatkan Udara
Hidung berfaedah untuk menghangatkan dan melembapkan udara nan dihirup sebelum masuk ke paru-paru. Dengan begitu, udara tidak mengiritasi sel-sel saluran pernapasan.
Saat menghirup udara dingin, saraf di dalam hidung bakal terangsang dan mengirimkan sinyal ke otak. Otak kemudian merespons dengan meningkatkan aliran darah ke hidung. Pembuluh darah nan melebar membantu menghangatkan udara nan melewatinya.
2. Produksi Cairan Hidung Meningkat
Udara dingin juga mengaktifkan sel sistem kekebalan tubuh nan disebut sel mast di dalam hidung. Sel-sel ini memicu produksi cairan tambahan agar udara nan dihirup menjadi lebih lembap. Dalam proses tersebut, hidung diperkirakan kehilangan sekitar 300–400 mililiter cairan setiap hari.
Namun, ketika produksi cairan meningkat melampaui kebutuhan untuk melembapkan udara, cairan tersebut keluar melalui lubang hidung. Inilah nan membikin hidung berair saat udara dingin.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·