Bukan Sekadar Panjang Umur, Ini Cara Lansia Tetap Aktif di Usia Senja

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Bukan Sekadar Panjang Umur, Ini Cara Lansia Tetap Aktif di Usia Senja

Cara lansia tetap aktif di usia senja. (Foto: Freepik)

MEMASUKI usia lanjut, banyak orang alias lansia kerap hanya berfokus pada angan untuk hidup lebih panjang. Padahal, kualitas hidup di masa senja jauh lebih krusial dibanding sekadar menambah usia.

Para lansia justru disarankan untuk tetap aktif secara fisik, mental, dan sosial agar tubuh tetap bugar, pikiran terjaga, serta akibat beragam penyakit dapat diminimalkan. Dengan menjalani style hidup nan aktif dan seimbang, usia lanjut dapat tetap menjadi fase kehidupan nan produktif dan bermakna.

lansia

1. Tak Hanya Fokus Hidup Lebih Lama

Lansia sekarang tak hanya konsentrasi untuk hidup lebih lama. Kini, lansia juga sudah mulai sadar pentingnya kualitas hidup di masa tua.

Banyak lansia sekarang mulai konsentrasi menjaga tubuh tetap aktif, mandiri, dan produktif seiring bertambahnya usia. Hal ini juga tentunya mendukung style hidup sehat lansia. Konsep ini dikenal sebagai active aging alias penuaan aktif. Lansia tetap bisa menjalani hidup nan sehat, aktif, dan berkualitas.

Berbagai perihal nan dapat dilakukan di antaranya dengan aktivitas fisik, nutrisi nan tepat, kesehatan mental, hingga pendampingan medis berkelanjutan. Karena itu sekarang banyak jasa kesehatan lansia nan tidak hanya konsentrasi pada kesehatan, tetapi juga menjaga mobilitas sehari-hari.

Gerontologist & Aging Specialist, dr. Amelia Mulia, MAMG, dr. Amelia Mulia, MAMG menjelaskan, salah satu nan perlu diperhatikan adalah kebugaran lansia usia 55-75 tahun. Usia tersebut mulai mengalami penurunan kekuatan otot, keseimbangan tubuh, hingga akibat masalah sendi dan tulang.

Adapun beragam upaya nan dapat dilakukan. Di antanyara, ada kekuatan, latihan mobilitas, latihan keseimbangan, hingga edukasi nutrisi nan tepat.

"Kebugaran lansia usia 55+ hingga 75+ dapat  didujung dengan beragam program seperti strength training, mobility, balance, cognitive training, serta edukasi nutrisi nan tepat," ujar dr. Amelia.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com