Bukan Merusak, Alasan Ikan Kakatua Pemakan Karang untuk Selamatkan Lautan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Bukan Merusak, Alasan Ikan Kakatua Pemakan Karang untuk Selamatkan Lautan ikan kakatua(telukcenderawasihnationalpark.com)

IKAN kakatua disebut menyantap terumbu karang hingga menghasilkan pasir putih pantai. Meski terdengar merusak, perilaku tersebut justru mempunyai peran krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.

Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB University, Dr Adriani Sunuddin, menjelaskan bahwa ikan kakatua memang menggigit dan menghancurkan sebagian matriks kapur karang saat mencari makan. 

“Setelah melewati sistem pencernaan, sisa material tersebut dikeluarkan dalam corak butiran pasir nan sangat lembut dan perlahan mengendap di pesisir sehingga berkontribusi terhadap pembentukan pasir putih di pantai,” kata Adriani dalam keterangannya, Minggu (2/8).

Namun, dia menegaskan bahwa sasaran utama sebagian besar ikan kakatua bukanlah karang, melainkan alga dan mikroorganisme nan menempel di permukaan terumbu karang. 

“Ikan kakatua berkedudukan sebagai insinyur ekosistem terumbu karang. Aktivitas mengikis maupun mengunyah karang memberikan faedah ekologis nan jauh lebih besar dibandingkan kerusakan bentuk nan ditimbulkannya,” ujarnya.

Berdasarkan langkah makannya, ikan kakatua terbagi menjadi golongan scrapers (pengikis) dan excavators (pengeruk). Adriani menjelaskan, ikan kakatua pengikis membantu membersihkan alga nan tumbuh sigap sehingga tidak mendominasi permukaan terumbu karang. Kondisi ini memberi ruang bagi larva karang untuk menempel dan tumbuh menjadi koloni baru.

Sementara itu, golongan pengeruk membantu memperluas penyebaran bagian karang maupun alga endosimbion nan tetap hidup sehingga mendukung proses regenerasi alami terumbu karang.

Dampak Penurunan Populasi

Ia mengingatkan bahwa penurunan populasi ikan kakatua akibat penangkapan berlebihan maupun kerusakan kediaman dapat memicu beragam akibat ekologis. Di antaranya kekuasaan alga nan menghalang pertumbuhan karang, berkurangnya produksi pasir alami, hingga menurunnya ketahanan terumbu karang terhadap penyakit, pemutihan karang (coral bleaching), dan gangguan lingkungan lainnya.

“Seekor ikan kakatua dewasa apalagi dapat menghasilkan sekitar 90–450 kilogram pasir setiap tahun, sedangkan ikan kakatua kepala benjol (Bolbometopon) bisa menghasilkan lebih dari lima ton pasir dalam setahun. Pasir tersebut menjadi salah satu penyusun pulau-pulau mini dan pantai berpasir putih di area terumbu karang,” jelasnya.

Untuk menjaga kegunaan ekologis tersebut, Adriani mendorong pengelolaan ikan kakatua berbasis masyarakat, penguatan norma budaya di wilayah pesisir, penerapan patokan penangkapan nan sederhana, serta edukasi mengenai pentingnya ikan kakatua bagi kesehatan ekosistem terumbu karang.

“Konservasi ikan kakatua bukan hanya menjaga satu jenis ikan, tetapi juga mempertahankan keahlian terumbu karang untuk pulih, melindungi keanekaragaman hayati laut, dan menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir,” pungkasnya. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia