Ilustrasi(Dok Kemendikdasmen)
PEMERINTAH terus memperkuat jasa pendidikan bagi anak berkebutuhan unik melalui peningkatan sarana dan prasarana (sarpras) di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN). Komitmen tersebut diwujudkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui revitalisasi SLB Negeri Purwosari Kudus senilai Rp1.452.684.000, sekaligus penyaluran support kitab referensi berbobot kepada 10 sekolah di Kabupaten Kudus.
Pada kesempatan tersebut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyerahkan secara langsung 200 eksemplar kitab referensi berbobot untuk jenjang SD dan 300 eksemplar untuk jenjang SMP. Sekolah penerima support kitab referensi berbobot tersebut adalah SD 3 Mlati Lor, SD 4 Undaan Kidul, SD 4 Karangrowo, SD 1 Dukuhwaringin, SMP PGRI Jekulo, SLB Negeri Cendono, SLB Negeri Purwosari, SLB Negeri Kaliwungu, SLB Negeri Jepara, dan SLB Negeri Pati.
Sementara itu, revitalisasi di SLB Negeri Purwosari meliputi pembangunan satu paket toilet, pembaharuan dua ruang kelas, serta pembaharuan dua ruang keahlian untuk mendukung proses belajar mengajar nan lebih nyaman dan ramah bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Abdul Mu'ti menegaskan, peningkatan mutu pendidikan melangkah seiring dengan penyediaan akomodasi belajar nan lebih baik dan bahan ajar nan dapat diakses semua anak. "Kami informasikan juga selain buku-buku cetak, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga menyediakan bacaan-bacaan nan berbobot dan bahan-bahan belajar nan berbobot dalam corak audio book, kemudian juga video book untuk anak-anak kita nan berkebutuhan khusus. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk mewujudkan pendidikan berbobot untuk semua," ujar Abdul Mu'ti di Kudus, Jawa Tengah, dilansir dari keterangan resmi, Minggu (2/8).
Ia menambahkan, "Betul-betul kami mendorong agar literasi ini tidak menjadi slogan, tapi menjadi gerakan."
Menurut Mendikdasmen, support bagi sekolah merupakan bagian dari petunjuk Presiden untuk meningkatkan mutu pendidikan. "Kami berikan support kepada sekolah sebagai bagian dari komitmen Bapak Presiden nan diamanahkan kepada kami untuk meningkatkan mutu pendidikan," katanya.
Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris, menyebut support pemerintah pusat membawa akibat nyata bagi sekolah-sekolah di daerah. "Lewat Pak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, pemerintah telah memberikan kitab dan media digital guna memperkuat literasi, termasuk support revitalisasi sekolah-sekolah di Kudus. Ini memberikan akibat nan sangat luar biasa dalam rangka kenyamanan proses belajar mengajar di sekolah-sekolah," ujarnya.
"Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kudus, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dari Pak Menteri," imbuhnya.
Kepala SLB Negeri Purwosari Kudus, Edi Sujito, mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap sekolahnya nan melayani 240 peserta didik dengan beragam kebutuhan khusus. "_Alhamdulillah_, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri. Bantuannya kami terima dan manfaatkan dengan baik," ucapnya.
Selain penyerahan bantuan, dalam kunjungannya, Mendikdasmen juga menyempatkan diri menyaksikan dan berbincang dengan siswa di SLB nan mendemonstrasikan kemampuannya dalam mengulas kitab cerita, membaca huruf Braille, Uji Kompetensi Bahasa Indonesia (UKBI) bagi siswa tunarungu, hingga pemanfaatan _Interactive Flat Panel_ (IFP). Ia mengapresiasi upaya sekolah menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam.
Dukungan sarpras dan bahan ajar nan inklusif terbukti dapat mengoptimalkan potensi setiap anak. Salah satu siswa SLBN Purwosari tampil memukau dengan membacakan karya puisinya di depan Mendikdasmen dan Bupati Kudus nan mendapatkan apresiasi seluruh hadirin. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·