Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengunjungi kediaman family Aiptu Asep, personil Sat Samapta Polrestabes Bandung nan meninggal bumi setelah menjadi korban tabrak lari usai menjalankan tugas patroli.
Kunjungan tersebut dilakukan KDM untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan support kepada family almarhum nan tengah berduka. Momen kunjungan itu terlihat dalam video nan diunggah melalui kanal YouTube-nya.
Saat tiba di rumah duka, KDM berbincang dengan istri, anak-anak, serta adik Aiptu Asep. Ia menanyakan kondisi keluarga, termasuk pendidikan empat anak nan ditinggalkan almarhum.
Dari perbincangan tersebut, diketahui Aiptu Asep meninggalkan empat anak. Anak pertama telah lulus SMA, anak kedua tetap duduk di kelas 11 SMA, anak ketiga kelas 7 SMP, dan anak bungsunya tetap duduk di kelas 2 SD.
KDM juga menanyakan kepada family mengenai tugas terakhir Aiptu Asep sebelum kecelakaan terjadi. Dari keterangan keluarga, almarhum bekerja dalam aktivitas KRYD hingga sekitar pukul 04.00 WIB.
Setelah aktivitas tersebut selesai, Aiptu Asep kemudian mengendarai sepeda motor pribadinya seorang diri. Ia disebut hendak menuju Bank Panin Banceuy nan biasa menjadi tempat beristirahat setelah menjalankan aktivitas patroli.
Namun, dalam perjalanan, Aiptu Asep ditabrak mobil dari arah belakang. Berdasarkan keterangan family nan disampaikan kepada KDM, korban sempat terlempar sekitar delapan meter dan kemudian terseret hingga sekitar 30 meter.
KDM turut menyoroti kejadian tersebut lantaran Aiptu Asep meninggal ketika tetap berada dalam rangkaian tugas kepolisian.
"Saya hari ini menengok Asep ya, nan meninggal ditabrak oleh orang dalam keadaan menjalankan tugas patroli malam. Ini adalah supporting saya untuk mereka nan menjalankan tugas dan mengalami musibah saat menjalankan tugas," ujar KDM.
Dalam kesempatan tersebut, KDM juga mengingatkan jejeran kepolisian agar meningkatkan kewaspadaan ketika menjalankan patroli. Menurutnya, personil nan bekerja menggunakan sepeda motor tidak bisa lagi menganggap kondisi tersebut sepenuhnya aman.
"Seluruh abdi negara semuanya kudu waspada, siaga. Juga jika mengendarai kendaraan bermotor, sudah enggak boleh sendiri. Mereka kudu ada beberapa orang," katanya.
KDM kemudian menyampaikan angan untuk Aiptu Asep nan telah meninggal dunia.
"Semoga almarhum diterima ketaatan Islamnya, diampuni dosanya dan mendapat tempat nan mulia di sisi Allah," ucapnya.
Ia juga berambisi proses norma terhadap pengemudi nan menabrak Aiptu Asep dapat melangkah secara objektif dan tuntas.
"Siapa pun nan menjadi pelaku tindak pidana kudu diproses sesuai dengan ketentuan norma nan berlaku, baik dari kalangan mana pun," tegas KDM.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·