Bukan Cuma Lemak Berlebih, Hilangnya Lemak Sehat Juga Bisa Picu Diabetes

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Bukan Cuma Lemak Berlebih, Hilangnya Lemak Sehat Juga Bisa Picu Diabetes ilustrasi(Magnific)

JARINGAN lemak alias adiposa sering kali dianggap sebagai sesuatu nan merugikan tubuh. Namun, para intelektual sekarang menemukan bahwa sel lemak nan rusak dapat mengalami peradangan, kehilangan keahlian menyimpan lipid, hingga akhirnya lenyap dan memicu gangguan metabolisme seperti diabetes.

Selama ini, terlalu banyak lemak diketahui meningkatkan akibat glukosuria dan penyakit jantung. Sebaliknya, kondisi sebaliknya juga tak kalah berbahaya. Pada kelainan genetik dan autoimun langka seperti familial partial lipodystrophy type 2 (FPLD2), hilangnya lemak secara tidak normal dan pengedaran lemak nan tidak merata juga dapat memicu penyakit metabolik.

Peneliti Elif Oral, M.D., guru besar di Division of Metabolism, Endocrinology and Diabetes, berbareng Ormond MacDougald, Ph.D., dan peneliti Jessica Maung, Ph.D., meneliti apa nan terjadi di dalam jaringan lemak nan sakit pada pasien FPLD2.

"Penjelasan sederhananya adalah bahwa hal-hal nan sangat katastrofik sedang terjadi di dalam semua sel lemak (adiposit)," kata Maung.

Untuk mempelajari proses tersebut, para peneliti mengembangkan model mencit dengan mematikan gen lamin A/C unik pada adiposit, ialah gen nan sama nan mengalami mutasi pada penderita FPLD2.

Sel Lemak Kehilangan Fungsi Normal

Melalui pemeriksaan pada model hewan dan sampel jaringan pasien, peneliti menemukan perubahan besar pada aktivitas gen nan mencegah sel lemak memproses dan menyimpan lipid secara benar.

Di saat nan sama, adiposit dan sel imun di dalam jaringan lemak beranjak ke kondisi pro-inflamasi (memicu peradangan). Mitokondria di dalam sel lemak juga berakhir berfaedah secara normal.

"Semua pengaruh ini berasosiasi menciptakan lingkungan nan sempurna bagi jaringan untuk menjadi sangat tidak sehat dan akhirnya menghilang," jelas Maung.

Ketika jaringan lemak sehat hilang, tubuh tidak lagi dapat mengelola lipid alias melepaskan hormon metabolik secara normal. Kerusakan ini berkontribusi pada kondisi serius, termasuk glukosuria dan penyakit hati berlemak (fatty liver).

"Ini betul-betul menekankan pentingnya lemak sehat dalam menjaga metabolisme tetap utuh dan berfungsi," kata Oral.

"Orang-orang mengira glukosuria Tipe 2 adalah penyakit sel beta, padahal sebenarnya ini juga penyakit sel lemak," tambahnya.

Sel beta merupakan sel penghasil insulin di pankreas. Meskipun memegang peran sentral, temuan baru ini membuktikan bahwa sel lemak juga terlibat mendalam dalam menjaga kontrol gula darah dan kesehatan metabolik.

Melalui temuan ini, para peneliti berambisi dapat menemukan sasaran terapi baru untuk melindungi jaringan lemak sebelum memburuk, sehingga kerusakan metabolik akibat hilangnya sel lemak dapat dicegah. (Science Daily/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia