Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/6). Budi melaporkan perkembangan beragam program unggulan di bagian kesehatan.
"Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menghadap Presiden Prabowo Subianto," demikian keterangan unggahan akun IG resmi @sekretariat.kabinet, dikutip Rabu (10/6).
Salah satu program nan dilaporkan adalah mengenai Cek Kesehatan Gratis (CKG). Lewat program ini, lebih dari 70 juta masyarakat telah diperiksa pada 2025 lalu. Kemudian, di tahun ini, sudah ada 42,3 juta peserta dari 38 provinsi.
"Tidak hanya berakhir pada penemuan dini, program CKG mulai tahun ini memprioritaskan upaya pengobatan dan pengobatan oleh petugas Puskesmas dengan pemberian obat dan monitoring secara cuma-cuma kepada masyarakat nan mengalami hipertensi dan diabetes," ujarnya.
Selain soal CKG, Budi juga menyampaikan perkembangan penanggulangan penyakit TBC. Sejak program ini diluncurkan, jumlah kasus TBC sudah ditekan sebanyak 1,08 juta alias turun dari nan sebelumnya mencapai 10,9 juta kasus.
"Semakin banyak nan terdeteksi maka semakin mudah dan sigap pula untuk diobati. Inovasi penanggulangan TBC tahun ini terdiri dari integrasi penemuan dengan CKG, jasa one-stop service alias OSS di mana pelayanan skrining, pemeriksaan dan pengobatan TBC dilakukan di satu Puskesmas pada hari nan sama," jelasnya.
Lalu, Budi juga melaporkan soal perkembangan peningkatan kualitas jasa pada 66 RSUD di wilayah 3T. Di 2025, sudah ada 20 dari sasaran 22 RSUD nan sudah selesai dibangun, 10 di antaranya telah beroperasional.
"Di tahun 2026, 14 dari 20 sudah mulai dibangun, dan di tahun 2027, tetap ada 24 RSUD dalam perencanaan," ungkapnya.
Di sisi lain, Budi juga melaporkan mengenai pendistribusian 905 perangkat kesehatan utama untuk 258 kabupaten/kota. Alat utama tersebut terdiri dari Cathlab, CT Scan, Mamografi, MRI dan Linac.
Kemudian, Budi juga mengungkapkan Rumah Sakit Umum Pusat Jayapura di Papua sudah selesai dibangun dan siap diresmikan Prabowo. Rumah sakit ini nantinya tidak hanya menjadi hub untuk area timur Indonesia, tapi juga untuk area Pacific dan Oceania.
Pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat di Riau juga menjadi salah satu laporannya. Pembangunan rumah sakit ini sudah mencapai nomor 85 persen, ditargetkan rampung pada Desember 2026 mendatang. Rumah Sakit ini diharapkan dapat mengurangi masyarakat di Riau dan sekitarnya berobat ke luar negeri, terutama ke Malaysia dan Singapura.
"Untuk rencana ke depan, Menkes juga melaporkan upaya untuk merevitalisasi RSUD di 514 Kabupaten/Kota beserta tata kelolanya. Dan juga program revitalisasi 10.000 Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat di seluruh kecamatan & kelurahan," pungkasnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·