Jakarta -
Ketua Umum Relawan Projo, Budi Arie Setiadi, meminta maaf atas kehebohan ucapannya mengenai patahan sejarah dan hatikecil 'lebih sigap dari 2029'. Budi Arie menegaskan ucapannya berkarakter pribadi dan tidak ada kaitannya dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Adapun pernyataan Budi Arie nan menuai kontroversi beredar lewat video berdurasi 1 menit 47 detik. Video itu memuat suasana pertemuan di sebuah ruangan di mana Budi Arie duduk di sebelah Jokowi.
Dalam video singkat tersebut, Budi Arie, nan mengenakan kemeja batik lengan panjang, menceritakan bisikannya kepada Jokowi. Budi Arie menyebut dirinya mempunyai hatikecil bahwa 'Ini lebih sigap dari 2029'. Setelah berbincang soal instingnya, Budi Arie bertanya kepada forum gimana jika terjadi percepatan di saat mereka tetap sibuk berbincang Pemilu 2029.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peserta aktivitas sesekali menjawab 'siap' dan 'oke' saat Budi Arie berbincang soal potensi percepatan sebelum Pemilu 2029. Berikut pernyataan Budi Arie soal hatikecil lebih sigap dari 2029.
"... pandangan dan diskusi, dan menurut saya kelak bakal kita diskusikan lagi lebih lanjut termasuk pandangan (suara tidak jelas, red) dan sebagainya.
Tetapi saya mau sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok hatikecil saya ini lebih sigap dari 2029?'.
Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita tetap ngomong Pemilu 29 Pemilu 29. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap nggak. Itu lho maksud saya.
Jangan maksud saya gini lho. Saya pengalaman dengan mobilitas sejarah, ini ada nan abnormal di masyarakat saat ini. Ini demo Pati, Madura demo lagi, ikut tandingan, ah ini udah kayak Pam Swakarsa di 98 ini. Pasti kalah nan preman.
Cuman maksud saya terjadi anomali-anomali variabel di masyarakat nan membikin kita tidak hanya sekadar memikirkan skenario-skenario konvensional, langkah-langkah, tahapan-tahapan nan sebagaimana mestinya. Ini terjadi nan namanya, jika menurut pendapat saya, terjadinya nan namanya patahan sejarah.
Bagaimana tahun 97 tiba-tiba Pemilu nan berikutnya 99. Dan potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi saat ini nan betul-betul... tidak membikin masyarakat happy.
Saya... hatikecil aktivis saya mengatakan ini ada sesuatu yang... lebih sigap dari nan kita bayangkan. Makanya itu saya coba mau membuka wacana aja ke temen-temen, agar berpikir, jangan hanya sekedar berpikir 29. Harus ada pikiran lain, alternatif, manakala terjadi percepatan... sejarah. Terima kasih."
Budi Arie Minta Maaf
Setelah video ini viral, Budi Arie, Rabu (26/8/2026), menyampaikan permintaan maaf. Lewat keterangan video nan dibagikan kepada wartawan, Budi Arie memberikan tiga poin penjelasan atas kontroversi pernyataannya.
Salah satu poin menyatakan bahwa ucapannya mengenai potensi percepatan dari 2029 tak ada hubungannya dengan Jokowi nan saat itu duduk di sebelahnya.
"Pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan kait... dan mengkaitnya, dengan Bapak Joko Widodo," kata Budi Arie.
Berikut permintaan maaf komplit Budi Arie mengenai ucapan kontroversialnya.
Sehubungan dengan viralnya, pernyataan dan analisa saya dalam sebuah pertemuan di Jakarta baru-baru ini nan menimbulkan spekulasi dan beragam salah penafsiran, saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak nan kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut.
Pada kesempatan ini saya mau menyampaikan, satu, pernyataan dan analisa tersebut merupakan pernyataan dan analisa pribadi saya.
Kedua, pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan kait... dan mengkaitnya, dengan Bapak Joko Widodo.
Yang ketiga, saya siap bertanggung jawab dan menerima segala akibat lantaran analisa dan pernyataan saya tersebut. Terima kasih. Jaga terus persatuan Indonesia.
PSI: Tak Ada Persetujuan Jokowi
Sementara itu, Ketua DPP PSI Bestari Barus menegaskan Jokowi tidak tahu apa-apa atas pernyataan Budi Arie. Bestari juga menegaskan Jokowi tak memberi persetujuan apa-apa atas pernyataan Budi Arie.
"Pak Jokowi datang lantaran diundang mau berjumpa dengan relawan, di situ ada orang nan maling ngomong gitu. Tanpa tedeng aling-aling seakan-akan mengisyaratkan hal-hal nan potensial perpecahan bagi bangsa ini," kata Bestari, Selasa (25/6).
"Dan saya kira seribu persen saya menggaransi bahwa tidak ada persetujuan Pak Jokowi untuk hal-hal seperti apa nan disampaikan kemarin pagi itu," tegasnya.
(gbr/imk)
8 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·