Meningkatnya masa tunggu haji unik nan sekarang mencapai 9 tahun menunjukkan pentingnya perencanaan ibadah haji nan dilakukan sejak dini. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) di bawah support Danantara Indonesia menghadirkan solusi jasa haji terintegrasi nan membantu masyarakat mempersiapkan perjalanan menuju Tanah Suci secara lebih terencana, nyaman, dan sesuai prinsip syariah.
Sebagai bagian dari upaya memperluas akses jasa haji bagi masyarakat, BSI menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan ratusan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem haji nasional melalui penyediaan jasa nan lebih mudah diakses, terintegrasi, dan memberikan kepastian dalam perencanaan keberangkatan jemaah.
Saat ini, antrean haji reguler telah mencapai sekitar 5,45 juta jemaah dengan rata-rata masa tunggu nasional 26 hingga 29 tahun. Sementara itu, antrean haji unik mencapai sekitar 149 ribu jemaah dengan masa tunggu nan sekarang telah menembus 9 tahun.
"Ketika masa tunggu haji unik telah mencapai sembilan tahun, masyarakat perlu mempersiapkan perjalanan hajinya jauh lebih awal. BSI berkomitmen untuk terus meningkatkan jasa haji dan menjadi mitra nan membantu masyarakat merencanakan perjalanan ibadah ke Tanah Suci dengan lebih baik, terarah, dan sesuai prinsip syariah," ujar Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy.
Melalui sinergi dengan PIHK, BSI menghadirkan jasa nan menghubungkan kebutuhan calon jemaah dengan penyelenggara ibadah haji nan tepercaya. Kolaborasi ini menggabungkan kekuatan jaringan dan jasa perbankan syariah BSI dengan pengalaman PIHK dalam penyelenggaraan haji, sehingga masyarakat dapat memperoleh akses jasa nan lebih komprehensif sejak tahap perencanaan hingga keberangkatan.
"PIHK mempunyai kedekatan dengan calon jemaah dan memahami kebutuhan mereka secara langsung. Karena itu, kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pengalaman jasa haji nan lebih terintegrasi, memberikan kemudahan, kenyamanan, dan kepastian bagi masyarakat dalam merencanakan keberangkatan ke Tanah Suci," lanjut Erwan.
Melalui kerja sama ini, BSI menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem haji nasional serta mendampingi masyarakat Indonesia di setiap tahap perjalanan menuju ibadah haji, sekaligus memperluas akses terhadap jasa syariah nan memberikan nilai tambah dan faedah berkepanjangan bagi calon jemaah.
Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI mempunyai posisi strategis dalam ekosistem haji nasional. Saat ini BSI merupakan Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dengan pangsa penerimaan setoran haji reguler terbesar di Indonesia, mencapai sekitar 83%.
Sementara pada segmen haji khusus, BSI menguasai pangsa sekitar 35,40%. Bagi BSI, penguatan ekosistem haji merupakan bagian dari komitmen untuk semakin dekat dengan kebutuhan spiritual dan finansial masyarakat Indonesia.
Dengan support jasa perbankan syariah nan komprehensif serta jaringan mitra nan terus berkembang, BSI mau memastikan bahwa perjalanan menuju Tanah Suci dapat dipersiapkan dengan lebih baik, lebih terarah, dan lebih pasti.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·