

Sejalan dengan pertumbuhan DPK, BSI juga membukukan keahlian positif dari sisi neraca aset. Hingga kuartal I 2026, perseroan membukukan pertumbuhan total aset sebesar 14,78% yoy menjadi Rp 460 triliun.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan capaian ini ditopang oleh prasarana digital perseroan. Melalui aplikasi Byond by BSI misalnya, membukukan pengguna hingga 6,5 juta alias tumbuh 79% sejak pertama kali diluncurkan.
Sementara untuk jumlah tabungan tercatat tumbuh 20,18% yoy menjadi Rp 160 triliun hingga kuartal I 2026. Kemudian untuk kegunaan intermediasi, BSI membukukan total pembiayaan sebesar Rp 329 triliun alias tumbuh 14,39% yoy.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·