Jakarta -
Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) mulai memetakan 15 segmen proyek pembangunan Giant Sea Wall (GSW) alias tanggul raksasa di Pantura.
Peta pembangunan tersebut telah dilaporkan Kepala BOPPJ Didit Herdiawan Ashaf kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, hari ini (12/5/2026).
Didit menjelaskan, 15 segmen pembangunan GSW ini mencakup wilayah Serwng hingga Gresik. Selanjutnya, hasil pemetaan ini bakal kembali dilakukan penilaian sebelum pembangunan GSW dijalankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi tadi sudah kami laporkan juga bahwa di Pulau Jawa ini, khususnya di Pantura, ada 15 segmen dan sedang didalami baik dari Serang sampai dengan Gresik untuk tematik daerah-daerahnya. Sehingga perlu ada penilaian ataupun asesmen lebih lanjut," ujar Didit kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Selanjutnya BOPPJ bakal melakukan pendampingan kepada masyarakat di sekitar pembangunan GSW. Langkah ini dilakukan untuk memitigasi akibat pembangunan terhadap sosial ekonomi di wilayah sekitar.
"Memang di wilayah tersebut terdapat aktivitas ekonomi nan dilakukan oleh masyarakat, justru dengan masalah mitigasi dan sosek ini nan bakal kita dampingkan kelak di dalam rangka penyelenggaraan aktivitas pembangunan," ungkapnya.
Didit menambahkan, pihaknya telah memetakan sejumlah letak potensial untuk pembangunan. Namun, dia belum merinci wilayah nan bakal dikembangkan GSW lantaran proses pendalaman dan kajian tetap berlangsung.
"Ini titik-titik tetap belum kita putuskan lebih lanjut lantaran kudu didalami. Pertama misalkan Teluk Jakarta, di wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, dan lain sebagainya. Tapi untuk 15 segmen ada sub-segmennya dan seksi-seksinya di dalamnya ini perlu ada kudu ada kolaborasi. Demikian dari saya," jelasnya.
(hns/hns)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·