Bripka Mahir Gagas 'Kembali ke Jalan Benar', Edukasi Warga Tertib Lalu Lintas

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Jakarta -

Bripka Jumahir dikenal sebagai polisi lampau lintas (polantas) nan mencetuskan tagline 'Kembali ke Jalan nan Benar'. Ungkapan itu dia gunakan sebagai corak edukasi kepada masyarakat untuk tertib berkendara dan mematuhi patokan lampau lintas.

Bripka Mahir nan sekarang bekerja sebagai Bintara Satlantas Polrestabes Makkasar diusulkan dalam program Hoegeng Awards 2026. Dia dikenal aktif menggunakan media sosial untuk menginformasikan aktivitas dan tugasnya kepada masyarakat.

Salah satu nan menceritakan mengenai sosok Bripka Mahir adalah Wanny, pegawai di salah satu dealer sepeda motor. Wanny kerap berinteraksi dengan Bripka Mahir lantaran pekerjaannya nan juga mengkampanyekan keselamatan berkendara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam perihal ini, seiring kampanye kami ini, kami merasa terbantukan dengan beliau. Artinya, beliau ini adalah salah satu sosok nan di mana ya boleh dikata ya 'beda dengan nan lain'," kata Wanny kepada detikcom, Senin (9/3/2026).

Wanny menilai Bripka Mahir ini berbeda dengan sosok abdi negara lainnya. Aipda Mahir disebut lebih menekankan pada edukasi dibandingkan dengan penindakan.

"Memang ada beberapa nan penindakan, tapi lebih banyak ke edukasi. Kalau saya lihat penindakan itu jika sudah memang kasusnya sudah istilahnya sudah berulang kali ditegur, nah itu beliau adakan penindakan," ujar Wanny.

Dia menceritakan salah satu contoh tindakan Bripka Mahir saat menemukan pengendara motor nan tidak menggunakan helm. Pemotor itu tidak ditilang tapi bakal diminta untuk mengambil helmnya terlebih dulu sebelum melanjutkan perjalanan.

"Jadi kayak dia tidak menggunakan helm, jadi tidak langsung ditindaki, 'Oh, Anda ditilang sekian-sekian'. Tapi lebih mengedukasi. 'Ya sudah, Anda ambil helmmu, kita tunggu sampai ini'," kata Wanny.

"Jadi tidak mencari orang nan tidak pakai helm sebenarnya, cuman jika nan tidak pakai helm, oke dia edukasi penggunaan helmnya seperti apa, kemudian dia suruh mereka cari helm dan jika sudah oke dia tidak tindaki, tapi ada note-nya, catatan bahwa oh orang ini sudah pernah ditegur. Jadi kelak jika berulang lagi, itu kudu ditindak seperti itu," sambung Wanny.

Selain itu, Wanny memberikan kesaksian bahwa Bripka Mahir tidak menerima 'uang damai' dari pengendara nan ketahuan melanggar. Justru, kata Wanny, Bripka Mahir lah nan sering mengeluarkan duit untuk membantu warga.

"Beliau lebih mau mengeluarkan duit buat orang, bukan mau mengambil duit dari orang. Umpama tindaki tilang, begitu ditilang, ya betul-betul tilang. Karena itu sudah jika saya menurut dia itu, jika dia sudah menilang orang itu berfaedah itu sudah, sudah parah sih sebenarnya. Sudah parah jadi sudah tidak bisa ditegur," tutur dia.

Wanny juga menekankan bahwa tindakan nan dilakukan Bripka Mahir mengedukasi para pengendara bukan sebatas konten, melainkan tulus untuk membujuk penduduk tertib dalam berlalu lintas.

Cerita Bripka Mahir

Saat dihubungi detikcom, Bripka Mahir menceritakan tugasnya dalam mengedukasi masyarakat di jalanan dilakukan dengan humanis. Dia tidak langsung menilang mereka nan melanggar patokan namun memberikan pemahaman agar tidak mengulangi kesalahan.

"Tidak ditindak dengan tilang, tapi diedukasi untuk bisa tertib," kata Bripka Mahir.

Ketika memandang pelanggaran, Bripka Mahir langsung memvideokan perihal tersebut agar semua tindakan dilakukan sesuai aturan. Dia menolak 'uang damai' dari para pengendara agar bisa lolos dari polisi.

"Termasuk andaikan ada upaya untuk membujuk untuk bersengkongkol melakukan tenteram di tempat, alias dalam tanda kutip pungli, itu kami videokan agar semua sesuai prosedur. Tidak boleh ada nan diselesaikan di luar prosedur," kata Bripka Mahir.

Jumlah duit nan coba diberikan oleh para pengendara pun beragam mulai dari puluhan hingga ratusan ribu. Namun Bripka Mahir teguh untuk tidak menerima duit pungli tersebut.

Alih-alih menerima duit itu, Bripka Mahir memilih untuk mengedukasi masyarakat bahwa tindakan seperti itu tidak boleh dilakukan. Dia meminta masyarakat untuk suportif mengakui kesalahan.

"Apabila melanggar, masyarakat kudu sportif saja mengakui kesalahannya, dan tidak bakal mengulangi. Insyaallah petugas kepolisian bakal membantu sepanjang pelanggarannya itu tidak fatal. Dan andaikan ada nan coba-coba untuk memaksa, maka itu bakal kami videokan, kami viralkan, jika berupaya untuk menyogok petugas kepolisian," ujar dia.

Dia menceritakan salah satu tindakan nan dilakukannya saat menemukan pelanggar lampau lintas. Jika ada pengendara nan melawan arus, Bripka Mahir bakal memintanya untuk berputar kembali ke jalan nan sesuai.

"Kalau dia tidak pakai helm, maka saya arahkan untuk telepon keluarganya suruh bawa helm datang, alias jika tidak ada keluarganya nan bisa bawa datang helm, saya sewakan Grab pakai duit pribadi saya untuk bisa pulang ambil helm. Atau jika tidak bisa dengan langkah itu, saya pinjamkan helm dinas saya sembari saya tunggu datang dia bawa helm," ujar Bripka Mahir.

Bripka Mahir sendiri sudah berdinas di satuan lampau lintas sejak 13 tahun lalu. Namun baru menggunakan media sosial sebagai sarana edukasi kepada penduduk pada 2024.

"Saya mengedukasi sejak maraknya medsos di Indonesia, sejak tahun 2024. Karena keresahan masyarakat mengenai banyaknya pelanggaran melawan arus di ruas-ruas jalan," imbuh dia.

Bripka Mahir selalu berupaya untuk mengunggah konten mengenai aktivitas dan tugasnya setiap hari. Langkah nan dilakukannya itu mendapatkan sambutan positif dari masyarakat.

"Jadi alhamdulillah semenjak saya viral di media sosial, banyak masyarakat menyampaikan apresiasi, itu nan pertama. nan kedua, dengan adanya saya, semakin banyak masyarakat nan takut melanggar lantaran takut ketemu dengan saya, takut diviralkan," ujar dia.

Dia mau mengubah gambaran polantas nan selama ini dianggap jelek di mata masyarakat. Menurut Bripka Mahir, gambaran polisi bisa semakin baik jika polantasnya juga dipandang baik.

"Polantas nan baik itu ya nan dicintai masyarakat, nan diharapkan kehadirannya sama masyarakat. Polantas itu tidak kudu ditakuti sama masyarakat. Jadi terdorong dari itu, saya berupaya memperbaiki gambaran polantas terutama, dan Polri pada umumnya, bisa dipercaya di masyarakat," imbuh Bripka Mahir.

Awal Mula Tagline Kembali ke Jalan nan Benar

Bripka Mahir menjelaskan awal mula tercertusnya tagline 'Kembali ke Jalan nan Benar'. Ungkapan itu terinspirasi dari tugasnya nan kerap beroperasi untuk meminta masyarakat mematuhi patokan lampau lintas dan kembali ke jalan nan sesuai.

"Jadi awal-awal viral itu masyarakat menginginkan bahwa Pak, ini kudu ada karakter unik tersendiri, Bapak kudu punya brand tersendiri agar bisa dikenal orang. Satu minggu setelah video saya viral, semacam dapat inspirasi, dan kebetulan di bulan puasa juga pada waktu itu," ujar dia.

Dia menilai ungkapan tersebut bukan hanya bertindak di jalanan, tapi juga berarti umum untuk kehidupan masyarakat. Dia pun berterima kasih tagline tersebut dapat diterima baik oleh semua pihak.

"Inspirasi jadi tanpa sengaja terlintas di pikiran saya bahwa oh iya cocok 'kembali ke jalan nan benar' bukan hanya bisa bertindak di bagian lampau lintas di jalanan, tapi seluruh aspek kehidupan. Itu bisa diterima baik dengan masyarakat," ujar dia.

Bripka Mahir juga menjelaskan prinsip nan dia pegang selama bekerja di kepolisian. Dia meyakini bahwa kedudukan dan pangkat itu hanya sementara.

"Jadi prinsip saya bahwa jabatan, pangkat, ini semua kan hilang, bakal bisa diambil, apalagi bisa dicabut di suatu saat. Tapi orang-orang bakal ingat gimana kita memperlakukan mereka pada saat kita tetap ada jabatan," tutur dia.

(knv/lir)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News