Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan tahapan pengetesan industri, untuk standar colokan fast charging motor listrik nan tengah dikembangkan. Sejumlah produsen kendaraan listrik roda dua bakal dilibatkan untuk menguji langsung penerapan standar tersebut, sebelum masuk ke tahap pembahasan lebih lanjut berbareng regulator.
Kepala Pusat Riset Teknologi Kelistrikan BRIN, Eka Rakhman Priandana mengatakan saat ini rancangan standar tersebut telah diajukan ke Badan Standardisasi Nasional (BSN) dalam corak Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI).
Meski demikian, prosesnya belum dapat bersambung lantaran BRIN tetap diminta menyerahkan hasil pengetesan produk sampel plug dan socket nan menjadi bagian dari standar tersebut.
"Saat ini kami sudah mengusulkan RSNI ya, rancangan SNI. Sekarang tertahan di Komite 2908 BSN. Mereka minta kita menyerahkan hasil uji produk sampel plug & socket," kata Eka saat ditemui kumparan di instansi BRIN, Tangerang.
Menurut dia, sampel komponen tersebut dijadwalkan tiba dalam waktu dekat sebelum menjalani serangkaian pengetesan nan merujuk pada standar internasional IEC 62196.
Setelah pengetesan laboratorium dilakukan, BRIN berencana membawa standar tersebut ke tahap berikutnya dengan melibatkan sejumlah produsen motor listrik nasional.
"Nah, untuk proses itu, kami rencananya mau gandeng empat perusahaan motor nan besar. Di antaranya ALVA, Maka, Polytron, sama Savart, untuk pakai duluan ini, dites," ujarnya.
Melalui pengetesan tersebut, BRIN mau memandang respons industri terhadap kreasi colokan nan diusulkan, sekaligus mengidentifikasi beragam hambatan nan mungkin muncul saat penerapan di kendaraan produksi massal.
Eka mengatakan masukan dari para produsen nantinya bakal menjadi bahan pertimbangan sebelum standar tersebut kembali dibahas berbareng BSN.
"Nanti kita lihat perkembangannya, apakah mereka suka dengan hasilnya. Kemudian problemnya apa saja, kita kaji, kita review. Mungkin bisa jadi ada perubahan kreasi sedikit. Baru kelak kita ajukan lagi ke BSN pada perbaikan," katanya.
Menurut dia, proses pengetesan kepada pabrikan bakal melangkah berbarengan dengan pengetesan teknis terhadap sampel plug dan socket nan sedang dipersiapkan.
"Jadi kelak step berikutnya adalah setelah sampel itu datang, kami secara paralel melakukan pengetesan 6 butir IEC sekaligus dicobakan ke 4 itu," ujar Eka.
BRIN berambisi tahapan tersebut dapat menjadi langkah awal menuju penerapan standar colokan fast charging nan dapat digunakan lintas merek motor listrik di Indonesia. Setelah memperoleh masukan dari industri dan pengguna, standar itu nantinya berpotensi diajukan menjadi SNI dan dipertimbangkan untuk penerapan nan lebih luas.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·