Breaking: Trump Klaim AS-Iran Close to Deal, Teheran Lepas Nuklir

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan Washington dan Teheran semakin dekat mencapai kesepakatan besar mengenai bentrok dan program nuklir Iran. Ia menyebut Iran setuju menyerahkan uranium nan diperkaya sebagai bagian dari kesepakatan.

Trump mengatakan kesempatan tercapainya kesepakatan "sangat besar", seraya menyebut Iran telah menyetujui pengembalian apa nan dia sebut sebagai "nuclear dust" alias material uranium nan telah diperkaya.

"Mereka telah setuju untuk mengembalikan uranium tersebut kepada kita," ujar Trump kepada wartawan, seperti dikutip AFP, Jumat (17/4/2026).

Namun demikian, belum ada konfirmasi resmi dari Teheran mengenai klaim tersebut. Sejumlah laporan menyebut kesepakatan tetap dinegosiasikan dan belum final, di mana AS dan Iran tetap berbeda soal lama penghentian pengayaan uranium.

Di tengah proses diplomasi, AS tetap menekan Iran dengan ancaman militer dan blokade ekonomi jika kesepakatan kandas dicapai. Pemerintahan Trump menegaskan tujuan utama adalah memastikan Iran tidak pernah mempunyai senjata nuklir.

Wakil Presiden AS JD Vance sebelumnya memimpin perundingan di Islamabad, Pakistan, nan berhujung tanpa kesepakatan. Meski begitu, komunikasi kedua negara tetap terus bersambung untuk menjembatani perbedaan nan ada.

Salah satu rumor utama adalah nasib persediaan uranium nan diperkaya. Washington menginginkan penghentian jangka panjang, sementara Iran hanya menawarkan pembatasan sementara dan tetap menuntut pengakuan atas kewenangan pengayaan untuk tujuan damai.

Iran juga disebut membuka kemungkinan untuk mengirim sebagian uranium nan diperkaya ke negara ketiga sebagai bagian dari kompromi. Namun, Teheran tetap menegaskan bahwa program nuklirnya tidak ditujukan untuk pengembangan senjata.

Ketegangan geopolitik ini turut berakibat pada pasar daya global. Harga minyak mentah Brent tercatat naik 3,24% ke level US$98,01a tau sekitar Rp1,67 juta per barel (kurs Rp17.000/US$).

Di sisi lain, langkah diplomasi juga terus diupayakan melalui mediasi Pakistan, dengan kemungkinan putaran negosiasi lanjutan dalam waktu dekat. Trump apalagi membuka kesempatan untuk datang langsung jika kesepakatan sukses difinalisasi.

(tfa/tfa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News