Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden AS Donald Trump mengatakan malam bahwa pasukan AS nan ditempatkan di dekat Iran bakal tetap berada di wilayah tersebut sampai "kesepakatan nyata" tercapai. Ini menjadi pengumuman baru Trump di tengah rapuhnya gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran nan diumumkannya Selasa, usai Israel membombardir Lebanon dan menewaskan 254 orang tewas, Rabu.
"Semua kapal, pesawat, dan personel militer AS, beserta amunisi, persenjataan, dan segala sesuatu nan sesuai dan diperlukan untuk penyerangan dan penghancuran musuh nan sudah sangat lemah, bakal tetap berada di dalam dan sekitar Iran, sampai kesepakatan nan sebenarnya dipatuhi sepenuhnya," ujar Trump di media sosialnya, Truth Social, dikutip Kamis (9/4/2026).
"Jika lantaran argumen apa pun perihal itu tidak terjadi, nan sangat tidak mungkin, maka 'Penembakan Dimulai' lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat dari nan pernah dilihat siapa pun sebelumnya. Itu telah disepakati sejak lama, dan terlepas dari semua retorika tiruan nan bertentangan - TIDAK ADA SENJATA NUKLIR dan, Selat Hormuz AKAN TERBUKA & AMAN," katanya.
"Sementara itu, militer kita nan dahsyat sedang bersiap dan beristirahat, sebenarnya menantikan penaklukan berikutnya. AMERIKA KEMBALI!."
Iran sendiri telah setuju membuka kembali jalur vital tersebut selama gencatan senjata dua minggu. Tetapi Teheran mengatakan bakal mempertahankan "dominasi" atasnya.
Selat Hormuz adalah titik krusial nan dilalui seperlima minyak bumi pada masa damai. Dalam rilis tuntutan berkata Farsi nan diedarkan oleh media pemerintah Iran, Republik Islam juga bersikeras agar Washington menerima program pengayaan uraniumnya.
Hal itu tidak termasuk dalam tuntutan Iran nan dirilis melalui PBB. Trump mengatakan masalah pengayaan bakal "diurus" dalam kesepakatan apa pun.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·