Jakarta, CNBC Indonesia -Televisi pemerintah Iran melaporkan serangan nan terjadi di negeri itu. Dilaporkan gimana ledakan terjadi di tiga kota, Senin (8/6/2026) pagi.
"Beberapa ledakan terdengar di Teheran, Tabriz, dan Isfahan," tulis TV pemerintah di Telegram, dimuat juga oleh laman AFP.
Sementara itu, tentara Israel mengatakan angkatan udaranya telah menyerang sasaran di Iran barat dan tengah. Pasukan Pertahanan Israel memberi pernyataan di Telegram.
"Beberapa waktu nan lalu, Angkatan Udara Israel menyerang sasaran militer milik rezim teror Iran di Iran barat dan tengah," tulisnya.
Sebelumnya, Iran menembakkan rentetan rudal ke wilayah Israel pada Minggu. Laporan mengenai serangan rudal dari Iran ini muncul setelah Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengeluarkan pernyataan keras nan menuduh pihak sekutu telah merusak komitmen tenteram nan sempat disepakati kedua belah pihak.
Mengutip CNBC International, Ghalibaf menyatakan melalui sebuah unggahan di platform media sosial X bahwa tindakan blokade angkatan laut oleh Amerika Serikat (AS) serta adanya pelanggaran perjanjian mengenai Lebanon menjadi argumen gugurnya gencatan senjata nan telah disepakati. Ketua Parlemen Iran itu juga memberikan peringatan mengenai status aset militer asing di area Timur Tengah akibat aktivitas militer nan terjadi di Lebanon serta blokade laut nan terus dilancarkan oleh armada AS.
"Aktivitas militer di Lebanon dan blokade AS nan terus bersambung membikin pangkalan dan aset Amerika serta rezim di area tersebut menjadi sasaran nan sah," sebut Ghalibaf menurut terjemahan unggahannya di X.
(sef/sef)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·