Breaking! Israel-Lebanon Deal Gencatan Senjata, Begini Nasib Hizbullah

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Israel dan Lebanon mencapai kesepakatan untuk menerapkan gencatan senjata menyusul putaran terbaru perundingan nan dimediasi Amerika Serikat di Washington. Namun, kedua pihak menegaskan bahwa penyelenggaraan kesepakatan tersebut berjuntai pada sikap golongan Hizbullah nan didukung Iran.

Kesepakatan itu diumumkan melalui pernyataan berbareng nan dirilis seusai pembicaraan pada Rabu (3/6/2026) waktu setempat. Dalam pernyataan tersebut, Israel dan Lebanon juga menyepakati pembentukan sejumlah "zona percontohan" di wilayah Lebanon selatan, di mana Angkatan Bersenjata Lebanon bakal memegang kendali penuh atas wilayah tersebut tanpa kehadiran golongan bersenjata nonnegara.

Langkah diplomatik tersebut menjadi perkembangan krusial di tengah bentrok nan tetap berjalan di sepanjang perbatasan kedua negara. Israel dan Lebanon sendiri tidak mempunyai hubungan diplomatik resmi, sehingga kesepakatan nan dicapai melalui pembicaraan langsung nan dimediasi Washington dipandang sebagai kemajuan signifikan dalam upaya meredakan ketegangan.

Dalam pernyataan bersama, sebagaimana dilansir AFP, kedua pihak menyatakan bahwa gencatan senjata bakal diberlakukan dengan syarat tertentu. Kesepakatan itu disebut alias berjuntai pada "penghentian total" serangan oleh Hizbullah.

Selain itu, golongan tersebut juga diwajibkan menarik para operatifnya dari wilayah Lebanon selatan.

Adapun kesepakatan dicapai meskipun bentrok lintas perbatasan tetap terus berjalan pada hari nan sama.

Sebelum pengumuman hasil perundingan, Hizbullah menyatakan telah menargetkan pasukan Israel dalam serangan terbaru di perbatasan. Di sisi lain, serangan udara Israel di Lebanon selatan dilaporkan menewaskan sedikitnya sembilan orang.

Perundingan nan menghasilkan kesepakatan terbaru ini merupakan putaran keempat pembicaraan langsung antara diplomat Lebanon dan Israel sejak bentrok kembali memanas pada 2 Maret lalu.

Pertempuran saat itu meletus setelah Hizbullah melanjutkan serangan terhadap Israel sebagai corak support terhadap Iran. Sejak saat itu, ketegangan di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon meningkat dan memicu kekhawatiran bakal meluasnya bentrok di kawasan.

Washington telah memimpin upaya diplomatik untuk menurunkan eskalasi dan mendorong kedua pihak menuju penyelesaian nan lebih permanen.

Dalam pernyataan bersama, Israel dan Lebanon juga menyepakati untuk melanjutkan perbincangan pada akhir bulan ini. Kedua delegasi dijadwalkan kembali berjumpa pada pekan nan dimulai 22 Juni.

Pertemuan lanjutan tersebut, menurut pernyataan itu, bakal dilakukan dengan tujuan mencapai kesepakatan nan lebih komprehensif.

(luc/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News