Jakarta -
PT Brantas Abipraya (Persero) mulai memangkas anak upaya melalui sejumlah merger dari entitas upaya dari PT Brantas Energi. Merger dilakukan terhadap PT Buana Enjiniring Konsultan (BEK) dan PT Guna Rogate Indah (GRI) ke dalam PT Graha Investama Bersama (GIB).
Aksi korporasi ini dilakukan berasas hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 4 September 2026. Langkah ini menjadi bagian dari program streamlining anak upaya Brantas Abipraya sesuai arah transformasi BUMN.
Direktur Pengembangan Bisnis, Human Capital & Legal Brantas Abipraya Purnomo mengatakan transformasi struktur korporasi dilakukan untuk memperkuat esensial dan mempertajam konsentrasi upaya perusahaan. Langkah ini sejalan dengan pengarahan COO BPI Danantara, Dony Oskaria, dalam pertemuan pada 2 September 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan struktur nan lebih ramping dan konsentrasi upaya nan semakin kuat, Brantas Abipraya diarahkan menjadi perusahaan bangunan nan semakin ahli dan sehat, sekaligus bisa menghasilkan nilai nan lebih besar bagi masyarakat dan pembangunan Indonesia," ujar Purnomo dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/9/2026).
Langkah ini juga dilakukan untuk membangun struktur entitas upaya nan lebih efektif. Selain itu, Brantas Abipraya memastikan setiap entitas mempunyai kegunaan dan kontribusi nan jelas terhadap strategi perusahaan.
Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero), Dian Sovana, mengatakan langkah tersebut merupakan corak tindak lanjut perusahaan mengenai transformasi dan penataan ekosistem BUMN. Ia mengatakan, konsolidasi ini diharapkan menciptakan struktur upaya nan lebih sederhana dan memperkuat sinergi dalam ekosistem upaya Brantas Abipraya.
"Bagi kami, streamlining bukan sekadar merampingkan jumlah entitas, tetapi gimana membangun struktur upaya nan lebih sehat, fokus, dan menjadi penggerak pertumbuhan terhadap kinerja. Dengan struktur nan lebih sederhana, proses pengambilan keputusan, pengelolaan sumber daya, serta sinergi antarbisnis diharapkan dapat melangkah lebih efektif," jelasnya.
Dalam RUPSLB, GIB ditetapkan sebagai perusahaan penerima penggabungan BEK dan GRI. Setelah penggabungan, seluruh aset dan tanggungjawab kedua perusahaan beranjak ke GIB, sementara status badan norma BEK dan GRI berakhir.
Modal ditempatkan dan disetor GIB juga naik dari Rp 163,94 miliar menjadi Rp 194,20 miliar. RUPSLB turut menyetujui perubahan Anggaran Dasar dan susunan pengurus baru, ialah Satria Gunawan sebagai Komisaris dan Joko Widiyantoro sebagai Direktur, efektif 4 September 2026.
"Brantas Abipraya bakal terus memastikan setiap langkah penataan dilakukan dengan prinsip tata kelola nan baik, tetap memperhatikan kepentingan pemangku kepentingan, dan pada akhirnya bermuara pada satu tujuan, ialah menciptakan perusahaan nan lebih kuat dan memberikan nilai nan semakin besar bagi negara," tutup Dian.
(ahi/ara)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·