Anggie Ariesta
, Jurnalis-Senin, 03 Agustus 2026 |15:33 WIB

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan akibat dimulainya tahun aliran baru serta kembali berjalannya penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto ;okezone.com/Kementerian UMKM)
JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan akibat dimulainya tahun aliran baru serta kembali berjalannya penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Juli 2026 terhadap dinamika inflasi tetap memerlukan kajian lebih mendalam.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, pembuktian keterkaitan antara dimulainya siklus pendidikan dan program MBG terhadap laju inflasi tidak dapat disimpulkan secara langsung tanpa kajian teknis.
"Untuk mengetahui apakah periode tahun aliran baru dan dimulainya kembali penyelenggaraan program MBG pada Juli 2026 berpengaruh alias tidak terhadap inflasi, tentunya memerlukan kajian secara khusus," kata Ateng dalam Rilis BPS di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Meskipun secara umum terjadi deflasi pada golongan makanan di tingkat nasional, BPS mencatat sejumlah komoditas utama pada golongan makanan, minuman, dan tembakau justru mengalami kenaikan nilai secara bulanan (month to month/mtm) sepanjang Juli 2026.
Beras dan bawang putih menjadi dua komoditas pangan utama nan mencatatkan inflasi serta memberikan andil terhadap pembentukan nomor inflasi bulanan.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·