BPS: Perjalanan Wisata Nusantara Naik 8,6% tapi Jumlah Penumpang Pesawat Menurun

Sedang Trending 16 jam yang lalu
Ilustrasi tiket pesawat Foto: shutterstock

Menurut info Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perjalanan wisatawan Nusantara pada Mei 2026 meningkat sebanyak 8,69 persen dibandingkan dengan Mei 2025. Hal ini tentu membawa angin segar bagi industri pariwisata Indonesia.

Namun sayangnya, di kembali info tersebut, ditemukan bahwa pada periode Januari hingga Mei 2026, jumlah penumpang pikulan udara (pesawat) justru mengalami penurunan sebanyak 1,63 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Dari komparasi kedua info ini maka dapat disimpulkan bahwa, memang semakin banyak orang Indonesia berpergian, tetapi sebagian dari mereka justru tak memilih moda transportasi angkatan udara.

Hal ini sejatinya terjadi lantaran beragam faktor, beberapa di antaranya lantaran nilai tiket pesawat nan meningkat akibat biaya bahan bakar alias avtur naik. Tapi, kenapa saat sekarang nilai avtur telah turun, nilai tiket pesawat tak lantas lebih murah?

Rupanya, menurut penjelasan pemimpin Airpaz perusahaan OTA lokal nan sudah ada sejak 2011, menjelaskan bahwa nilai tiket pesawat tak serta merta turun saat nilai avtur juga menurun. Harga tiket dipengaruhi oleh banyak komponen sekaligus, seperti nilai tukar rupiah, fuel surcharge nan diatur pemerintah, biaya operasional, hingga waktu penyesuaian tarif.

Jefry Widianata, Chief Product Oficer Airpaz juga menambahkan, "Kami memandang pola nan menarik di Airpaz, di mana minat terhadap rute domestik terus naik, tetapi visitor makin sensitif terhadap selisih nilai antar-tanggal dan antar-jam."

Lebih lanjut, Jefry mengungkapkan meski dalam rute nan sama, perbedaan itu bisa terlihat besar. Maka itu, tuga OTA seperti Airpaz, perlu meletakkan semua pilihan dalam satu layar sehingga pembeli tidak perlu menebak selisih nilai dan bisa langsung memilih nan pas dengan agenda serta anggaran mereka.

Airpaz, ota lokal berikan tips memesan tiket pesawat agar tepat. Foto: Dok. Istimewa

Sedikit tips dari Jefry, alih-alih visitor menebak kapan nilai tiket turun, sebaiknya ambillah keputusan dengan mengecek tiga pilihan waktu pada rute nan sama.

Wisatawan bisa mengecek dengan jeli mulai dari tanggal perjalanan, hari kerja terdekat dari tanggal untuk memandang apakah terdapat selisih harga, serta waktu keberangkatan di luar jam sibuk –yang dapat menjadi pengganti bagi mereka nan mempunyai agenda fleksibel. Setelah itu, visitor dapat mempertimbangkan nilai tiket, jadwal, ketentuan bagasi, dan total nilai akhir sebelum memesan.

Sementara, bagi visitor Indonesia nan tetap ragu dengan perincian tiket nan bakal dipesan, maka Airpaz menyediakan mode pemesanan dalam bahasa Indonesia, tampilan nilai dalam rupiah, serta beragam macam metode pembayaran lokal. Hal ini bisa memudahkan visitor mulai dari membandingkan harga, hingga menyelesaikan pemesanan dalam satu alur.

"Semakin jelas pilihan nan dapat dilihat wisatawan, semakin mudah pula bagi mereka untuk menentukan penerbangan nan sesuai dengan agenda dan budget," tutup Jefry. "Peran kami adalah membikin beragam pilihan tersebut lebih mudah dipahami, sehingga visitor dapat mengambil keputusan nan paling sesuai dengan kebutuhan mereka."

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan