Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengusulkan kebutuhan anggaran sebesar Rp 343 miliar untuk pembangunan pusat pendidikan dan training (pusdiklat) Pancasila.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menyampaikan pusat diklat tersebut bakal difokuskan untuk mendukung penyelenggaraan diklat Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) bagi pejabat pemerintah hingga peserta Paskibraka tingkat nasional.
“Selain dari permohonan penambahan anggaran setelah pagu sugestif nan kami sampaikan di atas, saat ini kami juga mempunyai kebutuhan untuk tempat penyelenggaraan diklat PIP,” ujar Yudian saat rapat dengan Komisi XIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6).
Ia menjelaskan, akomodasi tersebut bakal dimanfaatkan untuk diklat kedudukan ketua tinggi pratama dan madya di seluruh Indonesia dengan jumlah peserta sekitar 20.767 orang.
Selain itu, pusat diklat juga bakal digunakan untuk pemusatan calon Paskibraka tingkat pusat nan berasal dari seluruh provinsi di Indonesia.
“Pemusatan calon paskibraka tingkat pusat nan memerlukan lapangan dan ruangan diklat. Potensi calon paskibraka adalah sebanyak tiga pasang dari setiap provinsi di Indonesia alias 228 orang,” ungkapnya.
Butuh Lahan 7 Hektar
Ia menyebut pembangunan pusdiklat memerlukan lahan sekitar 7 hektare untuk menunjang seluruh aktivitas training dan pembinaan.
Dengan kebutuhan tersebut, BPIP mengusulkan anggaran sebesar Rp 343 miliar untuk pembangunan sarana dan prasarana pusat diklat Pancasila.
“Dengan dugaan luas lahan nan dibutuhkan adalah sekitar 7 hektare,” tutur Yudian.
“Anggaran nan dibutuhkan adalah sebesar Rp 343 miliar dengan rincian peruntukan sebagaimana dapat dilihat dalam bahan paparan,” pungkasnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·