BPDP Dorong UKMK Magelang Kembangkan Produk Turunan Sawit

Sedang Trending 2 jam yang lalu
BPDP Dorong UKMK Magelang Kembangkan Produk Turunan Sawit Workshop Pemberdayaan UKMK Magelang dan Promosi Sawit Baik 2026 bertema "Inovasi Produk Turunan Sawit untuk Pelaku UKMK" nan digelar Majalah Hortus Archipelago di Magelang, Senin (15/6/2026).(Dok Istimewa )

BADAN Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendorong Usaha Kecil, Mikro, dan Koperasi (UKMK) di Magelang untuk mengembangkan beragam produk turunan sawit meski wilayah tersebut bukan wilayah penghasil kelapa sawit.

Dorongan tersebut disampaikan dalam Workshop Pemberdayaan UKMK Magelang dan Promosi Sawit Baik 2026 bertema "Inovasi Produk Turunan Sawit untuk Pelaku UKMK" nan digelar Majalah Hortus Archipelago di Magelang, Senin (15/6).

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, mengatakan industri sawit menawarkan banyak kesempatan upaya nan dapat dimanfaatkan pelaku UKMK. Menurutnya, keterbatasan bahan baku tidak lagi menjadi halangan lantaran rantai pasok sawit nasional telah terhubung dengan baik.

"Ada potensi-potensi di kelapa sawit ini nan bisa diusahakan oleh UKMK-UKMK, termasuk di Magelang. Walaupun di Magelang tidak ada kelapa sawit, rumor keberadaan bahan bakunya lantaran kita sudah terkoneksi menjadi tidak relevan," kata Helmi dikutip dari keterangan tertulis nan diterima, Rabu (17/6).

Helmi menyatakan, pengembangan UKMK berbasis sawit sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8% sebagaimana ditargetkan Presiden Prabowo Subianto.

"Salah satu nan bisa mendukung itu adalah ketika ekonomi rakyat kita bergerak. Oleh lantaran itu, kami mau menginspirasi UKMK di Magelang agar bisa berinovasi membangun ekonomi berbasis sawit," ujarnya.

Helmi menegaskan, BPDP mendukung pengembangan UKMK berbasis kelapa sawit melalui beragam program, termasuk Inkubasi Bisnis UMKM Perkebunan nan memberikan pendampingan mulai dari pengembangan produk, penguatan kapabilitas usaha, hingga ekspansi akses pasar. 

Dukungan tersebut juga diwujudkan melalui training dan workshop penemuan produk turunan sawit, seperti sabun, kosmetik, hingga kerajinan, serta fasilitasi promosi melalui beragam pameran dan expo, etalase permanen di Gedung SMESCO Jakarta, dan katalog produk UKMK kelapa sawit.

Sejumlah alumni program Inkubasi Bisnis UMKM Perkebunan BPDP apalagi telah sukses menembus pasar ekspor. Salah satunya adalah Muhammad Abdu Shadli melalui CV Surya Agro Nusantara nan mengekspor produk lidi sawit ke India dan Nepal.

Sementara itu, Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, mengatakan Kabupaten Magelang mempunyai potensi UKMK nan luar biasa besar dan menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Ia menilai produk turunan sawit dapat menjadi salah satu kesempatan upaya nan dapat dikembangkan oleh pelaku UKMK setempat.

Ia menilai, selama ini kelapa sawit kerap hanya identik dengan minyak goreng. Padahal, komoditas tersebut menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi beragam produk inovatif nan dapat menjadi sumber upaya baru bagi UKMK.

"Ketika kita mendengar kata kelapa sawit, nan pertama kali terlintas di akal kita sebagian besar pasti minyak goreng. Namun, hari ini kita datang di sini untuk membuka mata dan mendobrak batas tersebut," kata Grengseng dalam sambutan nan dibacakan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Magelang, Edi Wasono.

Menurutnya, kelebihan upaya berbasis produk turunan sawit adalah dapat dijalankan dalam skala mini dan menengah tanpa memerlukan investasi besar.

"Produk-produk turunan ini sangat memungkinkan untuk diproduksi dalam skala upaya mini dan menengah. Kita tidak perlu pabrik seluas hektare untuk memulainya. Kita bisa memulainya dari workshop kecil, dari rumah, dengan memanfaatkan teknologi dan pengetahuan nan dibagikan dalam forum workshop ini," ungkapnya.

Melalui sinergi dengan program Sawit Baik 2026, Grengseng berambisi UKMK Magelang tidak hanya menjadi penonton dalam rantai industri sawit nasional, tetapi bisa menjadi pelaku upaya nan aktif, inovatif, dan berkekuatan saing.

"Saya berambisi UKMK Magelang tidak hanya menjadi penonton dalam rantai industri sawit nasional, tetapi ikut ambil bagian sebagai pemain aktif nan inovatif," tandasnya.

Senada, Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, mengatakan kelapa sawit menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi beragam produk imajinatif dan berbobot ekonomi tinggi. Namun, potensi tersebut hanya dapat diwujudkan melalui pengetahuan, keterampilan, dan keberanian untuk berinovasi.

Damar menyampaikan apresiasi atas inisiasi penyelenggaraan Workshop Pemberdayaan UKMK Magelang dan Promosi Sawit Baik 2026 nan didukung BPDP.

Menurutnya, workshop ini tidak hanya meningkatkan kapabilitas pelaku usaha, tetapi juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya praktik sawit nan baik dan berkelanjutan. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia