BPBD Jawa Barat Siaga Hadapi Kemarau dan Kekeringan, Potensi Kerugian Capai Rp89 Triliun

Sedang Trending 4 bulan yang lalu
BPBD Jawa Barat Siaga Hadapi Kemarau dan Kekeringan, Potensi Kerugian Capai Rp89 Triliun Ilustrasi(Dok Metro TV)

ANCAMAN kekeringan dan kebakaran rimba serta lahan di Jawa Barat berada pada kategori tinggi. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk bersiaga menghadapi musibah akibat musim kemarau. 

"Potensi masyarakat terdampak kekeringan di Jawa Barat diperkirakan mencapai lebih dari 49 juta jiwa. Potensi kerugian ekonomi akibat tandus dan kekeringan diperhitungkan mencapai sekitar Rp89,37 triliun," ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Teten Ali Mulku Engkun. 

Untuk mengantisipasi datangnya musim kemarau, BPBD Jawa Barat telah menggelar rapat koordinasi pada akhir pekan lalu. Rakor menghadirkan nara sumber Kepala Pusat Air Tanah Badan Geologi Agus Cahyono adi dn Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat Rakhmt Prasetya. 

Lebih jauh Teten menambahkan melalui rakor ini, BPBD Provinsi Jawa Barat menekankan pentingnya kesiapsiagaan daerah, dan penguatan koordinasi lintas sektor. Selain itu juga langkah mitigasi dan penanganan darurat nan cepat, terarah, terpadu, dan terkoordinasi.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Rakhmat Prasetya memaparkan prakiraan musim tandus Tahun 2026 serta potensi kejadian El Nino nan diperkirakan memengaruhi penurunan curah hujan bakal terjadi pada periode Juni hingga Agustus. 

Pada kesempatan nan sama, master lingkungn dari Badan Geologi Idham Effendi, menyampaikan kondisi kesiapan air tanah di Jawa Barat. 

"Untuk menghadapi kemarau, ada beberapa langkah mitigasi nan dapat dilakukan, di antaranya pembangunan sarana penampungan air, konservasi sumber daya air, optimasi sumur pantau, serta penguatan kerjasama lintas sektor dalam menghadapi ancaman kekeringan dan kebakaran rimba dan lahan di wilayah Jawa Barat," tandasnya.  (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia