BPBD DKI Rilis Peringatan Dini Kekeringan, Tanah Longsor, dan Angin Kencang

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Jakarta -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan serangkaian info peringatan dini di wilayah Ibu Kota. Peringatan tersebut meliputi ancaman kekeringan meteorologis, potensi aktivitas tanah (tanah longsor), hingga cuaca angin kencang dan gelombang laut di area perairan.

Peringatan awal tersebut disampaikan melalui akun IG resminya (@bpbddkijakarta). Berikut info lengkapnya sebagaimana dikutip detikcom, Senin (14/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis

Waktu Berlaku: Dasarian II September 2026 (11-20 September 2026).

Penjelasan: Berdasarkan info dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah di Provinsi DKI Jakarta masuk dalam kategori Awas untuk potensi kekeringan meteorologis.

Wilayah Terdampak: Provinsi DKI Jakarta.

Imbauan BPBD:
- Menghemat penggunaan air bersih dan menggunakannya secara bijak.
- Menyiapkan persediaan air bersih andaikan diperlukan.
- Menghindari aktivitas membakar sampah maupun lahan.
- Menggunakan masker saat terjadi penurunan kualitas udara akibat debu.
- Memeriksa instalasi listrik dan kompor sebelum meninggalkan rumah.
- Memantau info perkembangan cuaca secara berkala dari sumber resmi BMKG dan BPBD DKI Jakarta.

Peringatan Dini Potensi Tanah Longsor (Gerakan Tanah)

Waktu Berlaku: September 2026.

Penjelasan: Prakiraan wilayah potensi aktivitas tanah ini disusun berasas hasil tumpang susun (overlay) antara peta area kerentanan aktivitas tanah dan peta prakiraan curah hujan bulanan BMKG. Berdasarkan info Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), beberapa wilayah di DKI Jakarta berada pada Zona Menengah. Pada area ini, aktivitas tanah berpotensi terjadi jika curah hujan berada di atas normal, terutama pada area nan berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, alias lereng nan terganggu.

Wilayah Terdampak:
- Kota Adm. Jakarta Selatan: Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan.
- Kota Adm. Jakarta Timur: Kecamatan Kramatjati dan Pasar Rebo.

Imbauan BPBD: Para Lurah, Camat, dan masyarakat diimbau untuk tetap mengantisipasi serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi aktivitas tanah saat curah hujan di atas normal.

Peringatan Dini Angin Kencang dan Gelombang Laut

Waktu Berlaku: 14-15 September 2026.

Penjelasan: Menurut BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok, terdapat potensi angin kencang dengan kecepatan maksimum mencapai 20 knot (37 km/jam) alias Skala Beaufort 5. Selain itu, diperkirakan terjadi tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter (kategori sedang) di Perairan Kepulauan Seribu bagian utara dan Laut Jawa bagian barat. Kondisi ini membawa akibat tinggi terhadap keselamatan pelayaran kapal nelayan, kapal tongkang, kapal ferry, hingga kapal kargo alias pesiar.

Wilayah Terdampak: Perairan Kepulauan Seribu dan Teluk Jakarta.

Imbauan BPBD:
- Waspada terhadap potensi ancaman akibat angin kencang seperti pohon tumbang, iklan jatuh, alias kerusakan akomodasi sekitar.
- Memeriksa kondisi lingkungan rumah, mengamankan barang-barang di luar ruangan, serta menghindari area rawan seperti di bawah pohon alias gedung nan tidak stabil.
- Memantau perkembangan gelombang laut melalui laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut, memantau genangan/banjir melalui pantaubanjir.jakarta.go.id, mengunduh kitab pedoman kesiapsiagaan di tiny.cc/bukusakusiagabanjir, serta melaporkan kondisi darurat melalui aplikasi JAKI alias Call Center Jakarta Siaga di nomor 112.

Lebih lanjut, BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi ancaman cuaca ekstrem. Perkembangan info cuaca dan pembaruan peringatan awal secara berkala dapat dipantau melalui kanal resmi.

(wia/zap)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News