ilustrasi(Antara)
Badan Pengusahaan (BP) Batam berbareng Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), bergerak sigap mengawal pemulihan pelayanan publik dan aktivitas bumi upaya pasca-gangguan kelistrikan nan melanda wilayah tersebut. Langkah ini diambil untuk meminimalisasi akibat terhadap masyarakat, sektor industri, hingga pelaku upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa seluruh jejeran pemerintah telah diinstruksikan untuk turun langsung ke lapangan. Fokus utama adalah memeriksa jasa dasar dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi sesuai dengan kegunaan masing-masing instansi.
“Sejak hari pertama berdampak, saya meminta seluruh jejeran baik di BP Batam maupun di Pemkot Batam sesuai dengan tugas dan fungsinya agar turun dan mengecek setiap jasa dasar, masyarakat hingga bumi usaha,” ujar Amsakar dalam keterangan resmi di Batam, Kamis (15/10/2026).
Pemantauan Layanan Dasar dan Sektor Ekonomi
Amsakar menyampaikan bahwa berasas info terkini, kondisi kelistrikan di Batam telah pulih sepenuhnya. Namun, pemantauan intensif terhadap jasa nan sempat terdampak tetap dilakukan guna memastikan operasional kembali melangkah optimal.
“Pelayanan air terus kami monitor dan berangsur pulih. Kami juga pastikan pelayanan rumah sakit, pelabuhan, airport tetap melangkah normal. Termasuk pengaruh ekonomi kita pantau, UMKM hingga pelaku upaya seluruh aspek kudu mendapatkan pendampingan optimal,” tambahnya.
Ia mengakui bahwa gangguan listrik tersebut sempat menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat dan pelaku usaha. Oleh lantaran itu, Amsakar membujuk masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga kondusivitas Batam, sembari menjadikan kejadian ini sebagai momentum pertimbangan koordinasi antarpihak dan penguatan infrastruktur.
Pendampingan Investor dan Dunia Usaha
Sebagai langkah konkret di sektor investasi, BP Batam melalui Kedeputian Bidang Investasi nan dipimpin Fary Djemy Francis telah mengunjungi sejumlah area industri, investor, dan akomodasi publik pada 14 Oktober 2026. Kunjungan ini bermaksud untuk mendengar langsung hambatan nan dihadapi pelaku upaya serta menyampaikan perkembangan penanganan gangguan.
Fary Djemy Francis memberikan apresiasi atas kerja keras PLN Batam dalam mempercepat proses pemulihan. Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah situasi susah sangat krusial untuk menjaga kepercayaan investor.
“Dalam keadaan seperti ini, nan dibutuhkan bukan hanya solusi teknis, tetapi juga kepedulian dan kebersamaan. BP Batam mau hadir, mendengar, dan memastikan masyarakat serta pelaku upaya tidak menghadapi kesulitan ini sendirian,” kata Fary.
Koordinasi berkepanjangan juga terus dilakukan dengan pengelola jasa air minum, rumah sakit, bandara, dan pelabuhan. Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi secara menyeluruh sehingga aktivitas masyarakat kembali lancar dan bumi upaya beraksi optimal.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·