Bos PLN Beberkan Kondisi Terbaru Pasokan-Cadangan Listrik RI

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) menyampaikan bahwa sistem kelistrikan nasional hingga Maret 2026 tercatat dalam kondisi normal, dengan persediaan daya nan tetap cukup kuat untuk menopang kebutuhan listrik nasional.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo memaparkan daya bisa netto (DMN) sistem kelistrikan nasional saat ini mencapai 71,15 Giga Watt (GW) dengan reserve margin (RM) alias persediaan sebesar 39%. Hal ini menunjukkan bahwa pasokan listrik nasional tetap berada dalam kondisi aman.

"Dan untuk itu kami juga sistem kelistrikan nasional sampai dengan Maret dalam kondisi normal. Daya bisa neto 71 Giga Watt, reserve margin sekitar 39%, sehingga pasokan listrik nasional dalam kondisi nan andal," kata Darmawan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) berbareng Komisi XII DPR RI, Senin (13/4/2026).

Berdasarkan info paparan Darmawan di DPR, daya bisa listrik di Jawa, Madura, dan Bali mencapai 49 GW dengan reserve margin 39,2%. Di Sumatra-Bangka, daya bisa mencapai 11,9 GW dengan RM 38,2%.

Menurut dia, kondisi kelistrikan ini cukup krusial guna mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Adapun pasokan gas untuk pembangkit PLN posisinya saat ini telah mencapai minimum 12 hari operasional (HOP). Artinya, secara umum pengiriman gas alam cair alias Liquefied Natural Gas (LNG) dalam kondisi aman.

"Secara umum pengiriman LNG sudah teragendakan dan secara umum tidak ada kendala. Dengan untuk itu kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas support kementerian ESDM dalam pemenuhan gas nasional untuk kebutuhan pembangkit PLN lantaran dapat terjaga dengan baik," ujar Darmawan.

Tak hanya itu, kesiapan batu bara untuk pembangkit listrik nasional juga terpantau dalam kondisi aman. Hingga April 2026, Hari Operasi Pembangkit (HOP) batubara nasional tercatat mencapai 15,90 hari operasi.

(ven/wia) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News