Jakarta -
Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin, mengungkap penyebab kejadian pembakaran instansi PT Timah di Belitung pada 7 Agustus 2026 lalu. Menurut Maroef, salah satu pemicunya adalah pembayaran jasa pertambangan kepada masyarakat nan tidak dapat dilakukan.
Maroef menyebut pembayaran terkendala lantaran kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Timah di Belitung sudah habis. Di sisi lain, aktivitas jasa pertambangan masyarakat tetap terus berlangsung.
"Adapun tidak terlaksananya pembayaran tersebut akibat dampak dari kuota RKAB PT Timah di Belitung nan telah lenyap terpakai di saat aktivitas jasa pertambangan tetap tetap berlangsung," jelas Maroef dalam rapat dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengatasi persoalan tersebut, MIND ID berbareng PT Timah berkoordinasi dengan beragam pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat. Pemerintah kemudian menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2026.
Beleid tersebut menjadi dasar norma bagi PT Timah untuk melakukan perbaikan tata kelola pertambangan timah di Belitung. Beberapa perihal nan diatur antara lain perbaikan tata kelola wilayah izin upaya pertambangan (IUP) PT Timah hingga percepatan penguatan tata kelola.
Perpres juga mengatur perolehan komoditas timah dari luar wilayah IUP PT Timah serta produksi di atas kuota RKAB unik di Belitung selama proses pembenahan berlangsung.
"Tiga, ketentuan perolehan komoditas timah dari luar wilayah izin upaya pertambangan PT Timah, dan keempat, ketentuan produksi di atas kuota RKAB, khususnya untuk wilayah Belitung selama proses perbaikan tata kelola," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Masyarakat penambang pasir timah menyampaikan unjuk rasa di instansi operasional PT Timah di Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Mereka menuntut agar pihak perusahaan kembali membeli pasir timah hasil tambang masyarakat nan beberapa minggu terakhir pembeliannya tersendat.
Lokasi unjuk rasa berjalan tepatnya di Desa Lenggang. Namun sebelum sempat ditemui oleh pihak perusahaan, emosi massa tak terbendung dan melakukan anarkis. Mereka tampak membakar sejumlah peralatan hingga apinya merembet ke gedung unit PT Timah dan terbakar.
(acd/acd)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·