Jakarta -
Sejumlah mal di Tanah Air dikabarkan mulai memasang pagar tinggi-tinggi. Langkah ini dimaksudkan untuk mengatur arus keluar masuk visitor di pusat perbelanjaan tersebut.
Meski begitu, tidak semua developer memasang pagar tinggi di sekitar mal nan mereka kelola. Salah satunya ada Lippo Group nan terkenal mempunyai banyak pusat perbelanjaan di Indonesia.
Alih-alih memasang pagar tinggi-tinggi, CEO Lippo Group James Riady mengatakan pihaknya justru banyak membongkar alias menurunkan 'pembatas' antara mal-mal nan mereka miliki dengan area sekitar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasti tidak, nan terjadi 10 tahun ini ada pagar itu semua mal-mal Lippo kita bongkar, kita turunkan," kata James Riady saat ditemui wartawan usai pertemuan Kadin Indonesia dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2026).
Sebagai informasi, ramai diperbincangkan banyak mal-mal alias pusat perbelanjaan di Indonesia mulai memasang pagar tinggi. Berdasarkan catatan detikcom, setidaknya terdapat beberapa mal nan memasang pagar besi tinggi di Surabaya, kemudian teranyar mal Kota Kasablanka (Kokas) juga memasang pagar serupa.
Terkait perihal ini, Menteri Perdagangan Budi Santoso sudah menyampaikan bahwa pemasangan pagar tinggi itu tidak ada kaitannya dengan rumor keamanan. Hal ini diungkapkannya usai melakukan kordinasi dengan sejumlah asosiasi pelaku usaha, mulai dari Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), hingga Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).
"Oh nggak, nggak ada masalah (keamanan), nggak ada. Kita dari koordinasi dengan Apindo, dengan APPBI nggak ada masalah kok, nggak ada rumor itu," ujar Budi di tempat nan sama.
Adapun saat ditanya soal argumen dari pengusaha memasang pagar tersebut, Budi mengatakan tidak mengetahui persisnya. Dia kembali menegaskan pemasangan pagar itu tidak ada kaitannya dengan rumor keamanan alias rumor apapun.
Di sisi lain, sebelumnya Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menjelaskan langkah pemasangan pagar dilakukan beberapa mal untuk menertibkan arus keluar masuk visitor pusat perbelanjaan tersebut. Jika tidak dipagari, dia menilai visitor bisa keluar masuk pusat perbelanjaan dari perspektif mana saja nan berisiko membahayakan lampau lintas.
"Sebetulnya kan tujuan utamanya adalah untuk agar lebih menertibkan gitu loh, arus keluar masuk pengunjung. Kalau terbuka itu kan visitor bisa masuk dari mana saja, bisa keluar dari mana saja begitu. Sehingga itu kan membahayakan lampau lintas sekitar," ujar Alphonzus di instansi Kementerian Perdagangan, Kamis (30/7/2026) kemarin.
Menurut Alphonzus pemasangan pagar di mal bukan perihal baru di Indonesia, banyak juga mal nan sejak awal memasang pagar sejak awal pembangunannya. Selain itu, dia mengatakan pagar ini sering kali dipasang pada mal nan berada di pusat kota nan dilintasi alias menjadi titik demonstrasi. Karenanya, Alphonzus menilai pagar besi ini menjadi salah satu langkah pengamanan dari pengelola mal.
(igo/hal)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·