Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin merespons dugaan sinyal eror sebelum KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (26/4/2026). Sebab, berita soal sinyal eror tersebut ramai di media sosial lantaran video pengakuan asisten masinis KA Argo Bromo Anggrek.
Bobby menegaskan pihaknya tetap bakal menunggu hasil investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi.
"Tentunya seperti nan saya sampaikan kita mendukung penuh nan sedang dan bakal dilakukan oleh KNKT dan tentunya kita juga bakal mematuhi dan bakal mengikuti semua rekomendasi dari KNKT," tegas Bobby di Stasiun Bekasi Timur.
Foto: Petugas campuran mengevakuasi puing-puing usai kecelakaan kereta appi di Sitasiun Bekasi TImur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Pada kesempatan tersebut, Bobby juga menegaskan bahwa KAI bakal melakukan pertimbangan operasional secara menyeluruh. Bukan hanya itu, pihaknya juga bakal intensif untuk berkomunikasi baik dengan regulator ialah Kementerian Perhubungan dan pihak eksternal seperti KNKT untuk mendengar masukan agar kejadian serupa tak terjadi lagi di kemudian lagi.
"Kami telah melakukan pertimbangan eksternal dan internal. Internal gimana meningkatkan dan memastikan maalah aspek operasional keselamatan serta koordinasi dengan pertimbangan eksternal baik dengan regulator, pihak terkait," ucapnya.
"Dan kami mendukung proses investiasi nan dilakukan KNKT nan secara resmi megumumkan penyegbab serta rekomeendasi dari accident nan terjadi," jelasnya.
(wur/wur)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·