Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengakui kesiapan minyak goreng rakyat merek Minyakita terbatas di pasar. Ia apalagi telah melaporkan kondisi tersebut kepada Menteri Pertanian nan juga sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman, sebagai bagian dari upaya mencari solusi atas kelangkaan nan terjadi.
"Kemarin kami juga sudah lapor ke Pak Mentan untuk mengatasi Minyakita nan kosong tersebut. Terus terang, kami sudah mengusulkan ke Menteri Perdagangan (Budi Santoso) untuk penambahan kuota," kata Rizal saat konvensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Perlu diketahui, saat ini pengedaran Minyakita turut melibatkan BUMN pangan. Pemerintah menetapkan minimal 35% penyaluran produk tersebut dilakukan melalui BUMN, termasuk Bulog.
Dalam implementasinya, pembagian kuota dilakukan ke beberapa entitas, ialah ID Food, dan Agrimas Palma, dengan porsi terbesar berada di Bulog. Namun di lapangan, unik untuk Bulog, Rizal mengakui pengedaran tidak bisa dilakukan secara penuh lantaran adanya prioritas program lain.
Ia menjelaskan, Bulog kudu mengatur strategi penyaluran agar tetap seimbang antara kebutuhan pasar dan penugasan pemerintah, terutama untuk support pangan kepada jutaan masyarakat.
"Nah, ini kan kami juga mengatur ritmenya. Kemarin kami konsentrasi untuk Ramadhan dan Idulfitri, Alhamdulillah lancar. Nah, kemudian setelah ini kami konsentrasi ke support pangan. Nah, mungkin kelak setelah ini kami bakal konsentrasi lagi ke pasar lagi. Jadi, memang keterbatasan DMO tersebut andaikan dihadapkan dengan kebutuhan Minyakita untuk support pangan. Jadi, kami berbagi," jelasnya.
Rizal menyebut, keterbatasan kuota Domestic Market Obligation (DMO) menjadi hambatan utama dalam menjaga kesiapan Minyakita secara merata, baik untuk kebutuhan pasar maupun program sosial.
Untuk itu, Bulog mengusulkan peningkatan porsi DMO nan dialokasikan ke BUMN pangan agar pengedaran bisa lebih optimal.
"Sesuai arah dari Pak Mentan, kemarin diperintahkan kita untuk menambahkan pengajuan kuota DMO-nya, 65%. 65% harapannya bisa mengcover untuk pasar, dan termasuk untuk support pangan," jelas Rizal.
Dengan tambahan kuota tersebut, Bulog berambisi pengedaran Minyakita dapat kembali normal di pasar, sekaligus tetap memenuhi kebutuhan support pangan bagi masyarakat luas.
(dce)
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·