Bos BPJS Kesehatan Sebut Peserta JKN 284,6 Juta, Capai 98,74% Penduduk

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyampaikan, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada awal tahun ini menunjukkan keahlian nan positif. Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengungkapkan, berasas info per Februari 2026, tingkat kepesertaan JKN telah mencapai 284,6 juta jiwa alias setara dengan 98,74% dari total masyarakat Indonesia.

Prihati menjabarkan, berasas RPJMN 2025-2029 sasaran cakupan kepesertaan agunan kesehatan adalah 99%, cakupan kepesertaan aktif 83,5%, jumlah peserta PBI 96,8 juta jiwa, tingkat kepuasan publik 89, tingkat kesehatan finansial 1,5 bulan hingga enam bulan, dan cakupan kepesertaan aktif usia 0-17 tahun dalam agunan kesehatan 76%.

"Kami bakal berkomitmen untuk mencapai target-target sasaran dan parameter tersebut dengan bekerja-sama dengan seluruh kementerian/lembaga dan para pemangku kepentingan," ujarnya dalam rapat kerja berbareng Komisi IX DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Prihati menyampaikan, nan menjadi perhatian BPJS Kesehatan adalah peserta non-aktif sebesar 58,32 juta jiwa.

"Ini menjadi tantangan bagi BPJS Kesehatan untuk mengurangi jumlah peserta non-aktif dengan beragam strategi dan support dari stakeholder," katanya.

Menurut dia, sebanyak 13,48 juta jiwa menunggak iuran dan 44,84 juta jiwa lantaran penonaktifan PBI dan PBBU Pemda. Sementara, dari sisi kerja sama akomodasi kesehatan, hingga Februari 2026 telah bekerja sama dengan 23.529 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) alias klinik dan sebanyak 3.189 rumah sakit alias FKRTL.

Selain itu, lanjutnya, dari sisi pemanfaatan program, biaya faedah nan telah disalurkan mencapai Rp 1,272 triliun dari 2014 sampai dengan 2025.

"Pada tahun 2025 terdapat 1,9 juta orang berjamu ke faskes nan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan per hari. Kunjungan rumah sakit per hari meningkat lima kali lipat dibanding 2014 dengan utilisasi PBI lebih tinggi dari non-PBI alias dengan kata lain JKN ini lebih memihak pada rakyat miskin," ujar Prihati.

(miq/miq) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News