Bos BI Ungkap Cadangan Devisa RI Bakal Naik, Tembus Rp147,5 M

Sedang Trending 7 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan, persediaan devisa (cadev) bakal mengalami kenaikan ke level Rp 147,5 miliar, dari posisi per Agustus 2026 sebesar Rp 146,5 miliar.

Destry mengatakan, penambahan biaya itu bakal berasal dari Kementerian Keuangan. Sebagaimana diketahui, penambahan cadev dari Kemenkeu bisa terjadi ketika adanya penerimaan pajak hingga penarikan pinjaman luar negeri.

"Kalau ada tambahan lagi biaya dari Kementerian Keuangan jadi naik lagi, jadi US$ 147,5 miliar. Ini ditagih nih di depan DPD sekalian biar enggak lupa, tolong ya Pak Suminto (Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu)," ucap Destry saat rapat kerja campuran di DPD, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Dengan adanya tambahan biaya itu, Destry menekankan, ukuran cadev Indonesia ke depannya bakal semakin stabil untuk menopang stabilitas sektor eksternal Indonesia.

"Kalau hitungan cadev biasanya pakai bulan impor, tresholdnya 3 bulan impor, kita di 5,4 bulan impor. Insya Allah jika ada tambahan lagi dari Pak Menkeu (Menteri Keuangan Purbaya) kita bisa di atas itu," tutur Destry.

Sebagai informasi, pada akhir Agustus 2026 posisi cadev nan sebesar US$ 146,5 miliar naik dibanding catatan cadev pada Juli 2026 nan sebesar US$ 145,3 miliar.

Naiknya cadev itu dipicu oleh penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, meskipun kebijakan stabilisasi rupiah terus dilakukan.

"Di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar finansial dunia nan tetap tinggi," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Senin (7/9/2026).

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News