Bos BGN Geram Ada Sarang Burung Walet di Dapur MBG!

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono geram tetap menemukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) nan tidak memenuhi standar. Bahkan, dia mencontohkan adanya dapur nan berada satu gedung dengan sarang burung walet.

Sudaryono menegaskan SPPG dengan kondisi seperti itu tidak bisa dibiarkan beroperasi. BGN telah melakukan suspend terhadap SPPG nan tidak memenuhi ketentuan.

"Jadi kita mau betul-betul dapur yang, minta maaf jika dapur di bawahnya masak, di atasnya ada sarang burung walet, saya kira minta maaf. Kami baru saja men-suspend ada. Jadi ini ya, ini semua, minta maaf kudu kita habisi,"kata Sudaryono dalam rapat berbareng Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudaryono menjelaskan BGN telah menutup 833 SPPG nan tidak memenuhi persyaratan setelah dirinya diangkat menjadi kepala. Tak berakhir di situ, saat ini dilakukan penutupan terhadap1.999 SPPG nan tidak mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

"Kemudian kami sampaikan mengenai penutupan SPPG, kami begitu masuk menutup 833 nan kemarin memang tidak memenuhi persyaratan. Kemudian kami menutup nan tidak mendaftarkan SLHS itu totalnya 1.999," tuturnya.

Setelah penutupan dilakukan satu per satu SPPG mulai menyampaikan perkembangan mengenai SLHS. Ada nan menyatakan telah mempunyai sertifikat tersebut, sementara sebagian lainnya tetap dalam proses apalagi dinyatakan tidak lolos.

Saat ini terdapat sekitar 1.236 SPPG nan ditutup alias disuspend hingga persoalan SLHS mereka diselesaikan. Jumlah tersebut mencakup SPPG nan belum mendaftar, tetap memproses SLHS, hingga nan telah menjalani proses tetapi dinyatakan gagal.

"Terdiri dari nan tidak mendaftar SLHS, terdiri dari nan baru proses SLHS, nan setelah proses SLHS, dan terdiri dari nan sudah proses dan dinyatakan kandas itu seluruhnya 1.236 baru diumumkan 2 hari nan lalu.Jadi kami tidak mentolelir dapur-dapur nan tidak standar," tegas Sudaryono.

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance