Pelatih Borneo FC Samarinda Fabio Lefundes(Dok Istimewa)
PELATIH Borneo FC Samarinda Fabio Lefundes menilai izin head-to-head menjadi penyebab timnya kandas menjuarai Super League 2025-2026.
Borneo FC menutup musim dengan kemenangan besar 7-1 atas Malut United di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (23/5). Namun hasil tersebut belum cukup membawa Pesut Etam finis sebagai juara.
Borneo FC mengakhiri kejuaraan di posisi kedua dengan koleksi 79 poin, sama seperti Persib Bandung nan berada di puncak klasemen. Persib akhirnya keluar sebagai juara lantaran unggul catatan head-to-head.
Fabio mengaku kecewa lantaran menurutnya timnya mempunyai statistik nan lebih baik sepanjang musim dibandingkan rivalnya tersebut.
"Musim ini kita enggak bisa juara lantaran ada peraturan head-to-head. Karena jika kita lihat statistik nan lainnya, kita adalah nan lebih bagus jauh. Tapi ya itu bukan saya, enggak bisa kontrol lantaran itu sudah diakui oleh PT Liga," ujar Lefundes.
Meski kandas meraih gelar juara, pembimbing asal Brasil itu tetap mengapresiasi perjuangan timnya sepanjang musim.
"Tapi jujur saja, saya sangat bangga dengan hal-hal nan kita bisa ciptakan musim ini. Kita adalah tim nan paling banyak menang di kejuaraan ini," katanya.
Fabio juga enggan membahas terlalu jauh pertandingan melawan Malut United lantaran kondisi timnya tidak ideal akibat angin besar cedera dan akumulasi kartu.
Selain itu, dia turut memberikan ucapan selamat kepada pembimbing Persib Bandung Bojan Hodak nan kembali meraih penghargaan pembimbing terbaik.
"Pertama kudu ucapkan selamat buat Coach Bojan, dan tidak mudah bisa dia dapat piala tiga kali berturut-turut. Itu tidak mudah dan selamat buat dia," ucap Lefundes. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·