Bonus Pemerintah Tingkatkan Taraf Hidup Atlet, Menpora Sebut Bentuk Penghargaan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Presiden Prabowo Subianto didampingi Menpora Erick Thohir memberikan penghargaan dan bingkisan bagi para atlet berprestasi. Foto: Dok. Kemenpora

Menghabiskan hari-hari dengan cucuran keringat saat menempa kondisi bentuk dan latihan untuk meningkatkan performa di arena, menjadi menu nan dilahap oleh para atlet dalam kesehariannya.

Porsi menu ini bakal semakin bertambah secara intensitas dan kuantitas, ketika para atlet bakal berangkat berkompetensi membawa nama Indonesia ke sebuah arena internasional.

Sayangnya pekerjaan atlet selama ini tetap dipandang sebelah mata, lantaran masyarakat menilai apa nan mereka korbankan tak sepadan dengan nan mereka dapatkan.

Publik beranggapan nama wangi mereka hanya tercium saat atlet tetap bisa berkompetensi di lintasan dan naik podium, sedangkan saat cedera mendera alias usia tak lagi muda nan membikin mereka kudu pensiun, tak kan ada agunan mereka dapat hidup sejahtera.

Tapi cerita para atlet nan terdengar belakangan ini meyakinkan kita bahwa tak ada lagi atlet bermasa depan suram. Cerita sudah berbeda, masa depan cerah menanti mereka.

Guyuran bingkisan dari pemerintah dengan nilai dahsyat bagi mereka nan sukses meraih lencana di beragam arena mulai dari level SEA Games, Asian Games sampai Olimpiade, menjadi bekal para atlet untuk menata dan mempersiapkan kehidupan mereka setelah gantung sepatu. Mereka bisa menabung, berinvestasi, membeli aset sampai membuka usaha.

Presiden Prabowo Subianto didampingi Menpora Erick Thohir memberikan penghargaan dan bingkisan bagi para atlet berprestasi. Foto: Dok. Kemenpora

Bahkan bukan hanya sang peraih lencana saja nan merasakan manisnya perhatian pemerintah, family mereka juga terangkat derajatnya. Sang atlet bisa membelikan rumah, tanah dan kendaraan untuk orang tua, serta menciptakan lapangan pekerjaan untuk family dan masyarakat sekitar.

Kisah sukses lifter Eko Yulianto adalah salah satunya. Mempersembahkan lencana untuk Indonesia mulai dari SEA Games sampai Olimpiade membikin Eko bergelimang bonus. Hasilnya, Eko membelikan sawah untuk ayahnya, Saman.

Sang ayah nan tadinya menarik becak untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari sekarang menjadi petani mengolah sawah miliknya. Eko juga mendirikan tempat latihan angkat besi sebagai bukti kontribusinya untuk regenerasi mencari penerus dirinya.

Mimpi manis karateka Leica Al Humaira Lubis untuk membahagiakan family juga terwujud dengan membeli rumah hasil bingkisan raihan emas di SEA Games Thailand 2025. Sama seperti perubahan nasib nan dirasakan atlet timnas beruntung putra, Revo Prilianto, nan memanfaatkan bingkisan SEA Games 2023 dan 2025 untuk investasi emas dan mempersiapkan biaya pendidikan bagi buah hati.

Kesaksian para atlet bakal peningkatan taraf hidup mereka adalah bukti komitmen pemerintah sesuai pengarahan Presiden Prabowo Subianto, untuk memprioritaskan kesejahteraan para atlet sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga berprestasi dan berkelanjutan.

Presiden Prabowo Subianto didampingi Menpora Erick Thohir memberikan penghargaan dan bingkisan bagi para atlet berprestasi. Foto: Dok. Kemenpora

Menpora Erick Thohir menyampaikan pemerintah menyadari betul pengorbanan nan dilakukan para atlet dalam mempersiapkan diri dan berjuang di pertandingan demi membanggakan bangsa.

“Para atlet adalah putra-putri terbaik nan pada saat pertandingan bukan hanya berjuang habis-habisan untuk mendapatkan gelar juara, tapi juga berkeinginan mengangkat nama bangsa di panggung internasional, menunjukkan kedigdayaan Indonesia di mata dunia. Seperti apa nan selalu dikatakan oleh Presiden Prabowo, bahwa atlet adalah aset bangsa nan kudu kita hargai dan apresiasi pengorbanannya,” ujar Erick.

“Negara bakal selalu datang dalam kehidupan para atlet. Bukan hanya saat seremoni pemberangkatan kontingen alias saat pengalungan lencana saja. Pemerintah selalu di belakang atlet untuk mendukung, membina dan mengupayakan kesejahteraan hidup mereka. Bonus nan diberikan pemerintah bukan hanya sekedar simbol melainkan bukti nyata penghormatan negara kepada jasa dan jerih payah mereka. Kami memastikan bahwa keringat nan mereka keluarkan bakal mengantarkan para atlet kepada masa depan nan lebih baik,” imbuh Erick.

Presiden Prabowo Subianto didampingi Menpora Erick Thohir memberikan penghargaan dan bingkisan bagi para atlet berprestasi. Foto: Dok. Kemenpora

Bonus nan sama juga dirasakan oleh atlet disabilitas Ni Nengah Widiasih. Atlet para-powerlifting asal Bali ini menggunakan bingkisan dari arena Paralimpiadenya untuk membuka upaya kuliner di wilayah asalnya, nan berfaedah bukan hanya meningkatkan pendapatan pribadi tapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

Sejalan dengan kemauan Presiden Prabowo Subianto mengenai pemanfaataan bonus, Menpora Erick pun berpesan agar para atlet bisa menggunakan apresiasi nan diberikan negara untuk kebutuhan jangka panjang termasuk pendidikan, pengembangan kapabilitas diri, tabungan dan investasi sehingga tak ada lagi masa surut bagi mereka ketika tiba saatnya untuk pensiun.

“Alhamdulillah puji syukur tak terkira saat mendengar cerita dari Eko Yuli, Leica, Revo ataupun Ni Nengah Widiasih, kehidupan mereka membaik berkah kerja keras nan tak pernah henti. Mereka juga memberikan contoh gimana pemanfaatan bingkisan dengan bijak dan berorientasi pada masa depan, bukan hanya memuaskan kesenangan sesaat. Apa nan mereka lakukan bisa menjadi inspirasi atlet lainnya dalam mempersiapkan masa depan,” tutup Erick.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan