Bolehkah Dzikir Sambil Tiduran? Ini Penjelasannya

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

JAKARTA – Dzikir alias mengingat Allah SWT adalah salah satu ibadah nan sangat dianjurkan dalam Islam, baik dalam suasana lapang maupun sempit. Dari pengertian tersebut muncul pertanyaan: apakah dzikir boleh dilakukan dalam beragam situasi alias posisi, misalnya sembari tiduran? Para ustadz mempunyai penjelasan mengenai perihal ini.

Apa itu Dzikir?

Berdzikir alias mengingat Allah SWT adalah ibadah nan mudah namun menyimpan keistimewaan luar biasa. Para ustadz memandang dzikir bukan hanya ucapan lisan, tetapi juga obat hati, penenang jiwa, dan jalan utama mendekatkan diri kepada Allah.

Karena keistimewaan dan kemudahannya, umat Islam disarankan menjadikan dzikir sebagai bagian rutin hidup: sebelum dan sesudah shalat, menjelang tidur, saat bekerja, hingga dalam kesibukan sehari‑hari, sehingga setiap napas menjadi ibadah.

Bagaimana Hukum Dzikir Sambil Tiduran?

Umat Islam disarankan menjadikan dzikir bagian rutin kehidupannya, termasuk saat berbaring. Para ustadz sepakat bahwa berdzikir sembari tiduran hukumnya boleh (mubah) dan tetap berpahala selama niatnya tulus mengingat Allah.

Allah SWT berfirman dalam Surat Ali Imran ayat 191:

ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ

Artinya: “(Yaitu) orang‑orang nan mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk, dan dalam keadaan berbaring.”

Ayat ini menunjukkan bahwa dzikir bukan ibadah nan terbatas pada posisi tertentu, tetapi bisa dilakukan dalam beragam keadaan, termasuk saat berbaring. Ulama tafsir seperti Ibnu Jarir ath‑Thabari menegaskan bahwa dzikir dalam posisi berdiri, duduk, maupun berebahan semuanya termasuk corak ibadah nan diperbolehkan.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com