Bocoran Rencana Atur LPG 3 Kg Lewat Desil

Sedang Trending 15 jam yang lalu

Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal mengatur penyaluran LPG 3 kilogram (kg) agar lebih tepat sasaran. Sebab, saat ini penerima LPG subsidi itu disebut tetap dirasakan oleh semua kelas masyarakat.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengakui konsumsi LPG 3 kg setiap tahunnya terus meningkat. Salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi beban dari meningkatnya konsumsi ini, ialah mengatur penyaluran pengedaran gas melon tersebut melalui penerimanya.

"Kita memandang bahwa pendistribusian LPG ini tetap berkarakter terbuka. Jadi, ini kelak nan bakal kita atur. nan dimaksud dengan berkarakter terbuka bahwa pada hari ini sebenarnya LPG 3 kg itu tetap bisa digunakan oleh semua kelas masyarakat. Ini kelak nan bakal kita lakukan pengaturan," ujar Laode dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan info Kementerian ESDM, realisasi volume LPG 3 kg pada 2025 mencapai 8,52 juta metrik ton. Angka ini melampaui dari kuota APBN sebesar 8,17 juta metrik ton. Sementara pada 2024, volume realisasi LPG 3 kg mencapai 8,23 juta metrik ton. Realisasi tersebut sudah melampaui kuota APBN 2024 mencapai 8,03 juta metrik ton.

Pada 2026, kuota LPG 3 kg nan ditetapkan sebesar 8 juta metrik ton. Namun, dia memprediksi konsumsi sampai akhir tahun mencapai 8,6 juta metrik ton.

Laode menjelaskan pemerintah telah berupaya melakukan transformasi pengedaran LPG 3 kg sejak Maret 2023. Pada tahap pertama saat itu, dilakukan pendataan pengguna LPG tabung 3 kg ke dalam sistem berbasis web dan sekarang sudah diterapkan.

Pada tahap kedua, dilakukan pemadanan info dan sasaran pengguna LPG tertentu. Dalam perihal penguatan data, Laode menyebut Pertamina telah melakukan nota kesepahaman (MoU) berbareng dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil).

"Pertamina berbareng dengan Dukcapil juga telah melakukan MoU, ini juga semua data-data bakal dilakukan penguatan-penguatan sebelum kelak kita lakukan pengaturan kepada kelas-kelas masyarakat nan memanfaatkan LPG 3 kg tersebut," beber Laode.

Diatur Berdasarkan Desil

Laode menyebut penerima LPG 3 kg bakal merujuk pada info desil di Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

"(Masyarakat) kelas nan mendapatkannya diatur agar lebih tepat sasaran, seperti desil-desil-nya kelak bakal diatur tuh nan LPG. Bukan hanya nan BBM ya, LPG juga. Kita kan sudah ada info DTSEN," ujar Laode saat ditemui di Gedung DPR RI.

Terkait polemik info Badan Pusat Statistik (BPS) nan sempat menjadi sorotan publik lantaran dinilai kurang sesuai dengan kondisi ekonomi, Laode memastikan perihal tersebut bakal menjadi pembahasan berbareng BPS dan PT Pertamina (Persero).

Pembahasan tersebut merupakan kelanjutan dari dari pertemuan Menteri ESDM dan Menteri Keuangan.

"Iya, nah itu. Itu salah satu nan bakal kami telaah berbareng BPS, Pertamina, kami dalam mengimplementasikan hasil pertemuan Pak Menteri ESDM dan Pak Menteri Keuangan," jelasnya.

Tak hanya itu, pihaknya telah menggencarkan konversi LPG 3 kg dengan Compressed Natural Gas (CNG) guna menekan konsumsi LPG 3 kg nan semakin meningkat. Pihaknya telah melakukan uji coba tabung CNG 3 kg di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) sebelum nantinya diterapkan ke masyarakat luas.

"(CNG) sedang uji coba 17 tabung di Lemigas. Nanti kita lihat 17 tabung ini unjuk kerjanya seperti apa, sedang dievaluasi dalam waktu 1 bulan ini," tambah Laode.

(rea/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance