Bobby Nasution Sentil Keras Rico Waas: Anak Buah Harusnya Melapor

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Medan, CNN Indonesia --

Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution mengatakan, berasas sistem manajemen pemerintahan, bupati alias wali kota nan hendak berjalan ke luar negeri wajib menyampaikan surat melalui gubernur sebelum diteruskan ke Kementerian Dalam Negeri.

Hal itu disampaikan menyusul Wali Kota Medan, Rico Waas mengaku kepergiannya ke luar negeri untuk berobat sudah dilaporkan ke Mendagri (Menteri Dalam Negeri). Kepergian Rico Waas tersebut menuai sorotan lantaran tidak datang saat peresmian operasional Koperasi Merah Putih.

"Ya, setahu saya ya, setahu saya. Dan saya juga dulu pernah jadi Wali Kota, pemberitahuan itu kan, jika di patokan juga silahkan baca aturannya ya, patokan bisa dibaca semua orang. Kalau tingkat dua, bupati/ wali kota biasanya kan menginformasikan ke Gubernur. Lalu biasanya gubernur ke Kemendagri," ujar Bobby di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (21/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bobby menjelaskan Presiden Prabowo sebelumnya menyinggung absennya sejumlah kepala wilayah dalam agenda nasional peresmian Koperasi Merah Putih. Kemudian mempertanyakan perihal itu kepada Kementerian Dalam Negeri.

"Tapi jika dikatakan sudah langsung ke Kemendagri, ya saya hanya mencoba membantu Mendagri. Kenapa? Karena kan Pak Presiden kemarin mention-nya Mendagri, mention-nya Kemendagri," ungkapnya.

Meski demikian, Bobby menegaskan tidak ada maksud lain dari pernyataannya. Ia hanya mau menjelaskan sistem manajemen nan berlaku. Namun begitu, Bobby menyebut bahwa kepergian Rico Waas ke luar negeri memang tanpa sepengetahuannya.

"Ya, saya rasa sebagai anak buah, saya melaporkan, menginformasikan juga, nan sepengetahuan saya ada jejeran kami di tingkat kabupaten dan kota, ada nan tanpa sepengetahuan kami di provinsi ada nan pergi, itu saja," ungkapnya.

Bobby juga menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan andaikan Rico memang langsung berkoordinasi dengan Kemendagri, selama perihal tersebut diperbolehkan dalam aturan.

"Gak ada maksud apa-apa, gak ada maksud nan lain, tapi jika memang boleh seperti itu, langsung ya silahkan saja," ucapnya.

Saat ditanyakan apakah ada prosedur manajemen nan dilanggar Rico Waas, Bobby Nasution enggan memberikan penilaian. Namun Bobby kembali menekankan bahwa izin ke luar negeri bagi kepala wilayah bukan berada di tangan gubernur, melainkan Mendagri. Hanya saja proses administrasinya tetap melalui gubernur.

"Gini ya, jika keluar negeri tadi kan pada saat Pak Presiden juga menanyakan ke Kemendagri, izinnya izin siapa? Bukan izin Gubernur. Ya saya tegaskan bukan izin Gubernur, izinnya tetap izin Mendagri, tapi namanya surat menyurat, silahkan baca di aturannya, suratnya itu melalui Gubernur, itu saja," ucapnya.

"Sebagai perwakilan pemerintah pusat, kan itu ya, jika masalah diizinkan tidak diizinkan memang wewenangnya Mendagri, bukan wewenangnya kami," urainya.

Sebelumnya, Rico Waas mengakui dirinya memang sedang berada di luar negeri untuk menjalani pengobatan. Menurutnya, agenda tersebut telah direncanakan sejak jauh hari dan dilakukan bertepatan dengan masa libur.

"Benar bahwa saya sedang berada di luar negeri untuk menjalani pengobatan. Jauh-jauh hari saya sudah merencanakan berobat, tapi waktunya tidak dapat," kata Rico Waas, Minggu (17/5).

Rico menegaskan keberangkatannya telah dilaporkan ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Menurut dia, komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara belum melangkah optimal, sehingga laporan perjalanan tersebut langsung disampaikan ke Pemerintah Pusat.

"Kebetulan ini ada waktu libur, makanya saya berangkat dan sudah lapor kepada Mendagri untuk agenda tersebut," ujarnya.

Rico juga membantah adanya penggunaan anggaran pemerintah dalam perjalanan tersebut. Ia memastikan seluruh biaya pengobatan dan perjalanan ditanggung secara pribadi.

"Ya, saya tidak menggunakan APBD dalam perjalanan ini, dan murni menggunakan biaya pribadi," tegas Rico Waas.

(fnr/gil)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional