Medan, CNN Indonesia --
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menginstruksikan percepatan pemindahan penduduk di wilayah nan masuk area ancaman menyusul kenaikan status Gunung Sinabung di Kabupaten Karo dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).
"Keselamatan jiwa kudu menjadi prioritas utama. Seluruh jejeran pemerintah wilayah dan Forkopimda pastikan penuhi kebutuhan penduduk selama proses evakuasi," kata Bobby saat memimpin rapat koordinasi penanganan darurat erupsi di Kabupaten Karo, Selasa (1/9).
Bobby meminta pemindahan masyarakat, khususnya nan berada di area merah, dilakukan secara menyeluruh dan tegas untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Utamakan keselamatan jiwa. Untuk masyarakat di area rawan, sosialisasikan dengan gencar. Jika aktivitas semakin meningkat, gunakan opsi imbauan tegas, apalagi jika perlu dipaksa demi kebaikan dan keselamatan mereka," tegas Bobby.
Selain evakuasi, Bobby meminta akomodasi pendukung di letak pengungsian disiapkan secara maksimal.
Pemprov Sumut, katanya, siap memberikan support berupa logistik, peralatan pemindahan hingga kebutuhan operasional personel di lapangan.
"Jangan setengah-setengah memberikan akomodasi untuk masyarakat di pengungsian. Gunakan anggaran dengan baik, sediakan akomodasi nan layak dan nyaman," tambahnya.
Peningkatan status Gunung Sinabung ditetapkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM terhitung sejak 31 Agustus 2026 pukul 12.30 WIB.
Keputusan tersebut diambil setelah Gunung Sinabung memuntahkan kolom abu setinggi 3.500 meter dari puncak dan merekam aktivitas gempa vulkanik nan berjalan secara berkelanjutan.
Kepala Pos PGA Sinabung, Armen Putra, menjelaskan hasil pengamatan visual dan seismik mengindikasikan adanya pergerakan magma menuju permukaan. Kondisi tersebut berpotensi membongkar kubah lava sisa erupsi sebelumnya.
"Tadi malam terekam hotspot, artinya lava sudah sampai ke permukaan. Jika pembentukan kubah lava baru tertahan dan tekanan gempa dari dalam terus meningkat, ini bisa membongkar kubah lava lama dan berpotensi memicu erupsi nan cukup besar seperti tahun 2019 dan 2020," terang Armen.
Bupati Karo Antonius Ginting melaporkan, berasas penyesuaian area ancaman hingga 6 kilometer, pemindahan utama difokuskan pada Desa Kuta Tengah nan secara geografis dikelilingi area merah.
"Rencana total penduduk nan dievakuasi dari Desa Kuta Tengah mencapai 140 KK alias sekitar 684 jiwa. Hingga siang, lebih dari 260 jiwa telah digeser secara berjenjang menuju letak pengungsian di Gedung Korpri dan Jambur Desa Suka Nalu," ujar Antonius.
Untuk mengantisipasi penduduk nan tetap beraktivitas di ladang pada siang hari, Pemkab Karo berbareng TNI-Polri menyiagakan armada pikulan dengan sistem antar-jemput.
"Sementara itu, untuk Desa Payung nan berada di luar area pemindahan utama, petugas tetap menyiagakan kendaraan dan personel sebagai langkah antisipasi andaikan terjadi peningkatan eskalasi aktivitas Gunung Sinabung," sebutnya.
Seiring peningkatan status tersebut, PVMBG mengeluarkan rekomendasi area ancaman baru berupa radius 3 kilometer serta sektoral 6 kilometer untuk wilayah sektor timur dan selatan.
Pemerintah wilayah berbareng unsur TNI-Polri dan relawan juga telah menyiagakan 843 personel campuran di bawah komando Kodim 0205/Tanah Karo dan Polres Tanah Karo.
(fnr/kid)
55 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·