
BNPB Ungkap Rentetan Banjir hingga Karhutla di Sejumlah Wilayah dalam 24 Jam (Dok BNPB)
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian musibah nan terjadi dalam periode 24 jam terakhir per 13 April 2026 pukul 07.00 WIB hingga 14 April 2026 pukul 07.00 WIB. Berdasarkan info Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, terdapat beberapa kejadian baru nan didominasi musibah hidrometeorologi basah seperti banjir dan angin kencang, serta musibah hidrometeorologi kering berupa kebakaran rimba dan lahan (karhutla).
Kejadian baru nan pertama adalah banjir di Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah, Minggu (12/4/2026), akibat luapan Sungai Lusi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur di wilayah hulu dan sebagian besar Grobogan.
"Bencana ini telah berakibat pada 475 kepala family dengan jumlah rumah terdampak mencapai 475 unit," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/4/2026).
Abdul Muhari menyebutkan, wilayah nan terdampak meliputi Desa Karanganyar dan Kelurahan Purwodadi di Kecamatan Purwodadi, Desa Jono di Kecamatan Tawangharjo, Desa Boloh di Kecamatan Toroh, Desa Monggot di Kecamayan Geyer dan Desa Mojorebo di Kecamatan Wirosari.
Berikutnya, dia melanjutkan, banjir terjadi di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Senin (13/4/2026). Banjir berakibat pada sekitar 230 kepala family alias 832 jiwa, dengan 230 unit rumah terdampak.
"Banjir ini terjadi Desa Sawang, Desa Rumintin dan Kelurahan Tambaranang, Kecamatan Tapin Selatan. Kondisi terkini menunjukkan genangan air mulai mengalami penurunan," ucapnya.
Selanjutnya, Abdul menjelaskan musibah angin kencang terjadi di dua wilayah. Di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, angin kencang menyebabkan 16 kepala family di Desa Sukadana Ilir, Kecamatan Sukadana, terdampak dengan jumlah rumah terdampak sebanyak 16 unit.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·