BNPB Salurkan1.911 Ton Logistik untuk Bantuan Korban Gempa NTT

Sedang Trending 2 jam yang lalu
 BNPB Salurkan1.911 Ton Logistik untuk Bantuan Korban Gempa NTT Bantuan logistik nan disalurkan BNPB untuk Korban Gempa NTT(Dok.BNPB)

BADAN  Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan telah menyalurkan sebanyak 1.911 ton logistik telah dikirim ke wilayah terdampak gempa berkekuatan 7,7 magnitude di NTT, Jumat (28/8). 

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan bantuan tersebut didistribusikan melalui jalur darat, laut, dan udara.

Dari total support nan telah dikirim sejak 15 hingga 28 Agustus 2026, sebanyak 1.263 ton disalurkan ke Labuan Bajo dan 648 ton ke Maumere. “Untuk total logistik nan terkirim hingga hari ini, 15.00, dari tanggal 15 sampai 28 Agustus 2026, kami sudah mengirimkan sebanyak 1.911 ton logistik,” kata Berton dalam konvensi pers, Jumat (28/8).

Menurutnya, BNPB juga mulai mengirimkan 126 ton support melalui jalur darat dari Pos Dukungan Logistik Nasional Halim Perdanakusuma menuju Surabaya. Selanjutnya, support bakal diangkut melalui jalur laut menuju NTT.

Bantuan tersebut masing-masing dialokasikan sebanyak 63 ton untuk pos logistik di Labuan Bajo dan Maumere. Proses pengiriman melalui kombinasi jalur darat dan laut diperkirakan memerlukan waktu sekitar delapan hari.

Meski demikian, Berton memastikan kebutuhan dasar penduduk terdampak tetap dipenuhi selama proses pengiriman tersebut. BNPB bakal terus mengirimkan support melalui jalur udara.

“Selama 8 hari ini kami juga bakal mengirimkan, tentunya melalui udara, dan kami menjamin bahwa pemenuhan kebutuhan penduduk tetap terjaga,” ujarnya.

Menurut Berton, pengedaran support dilakukan dengan beragam langkah menyesuaikan kondisi wilayah terdampak. Untuk wilayah nan susah dijangkau kendaraan, support apalagi kudu dibawa secara manual oleh petugas dan warga.

Dia mengatakan, sejumlah wilayah tetap mempunyai akses nan terbatas. Salah satunya sebuah desa di wilayah Manggarai nan tidak dapat dijangkau kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga support kudu dibawa dengan melangkah kaki sejauh sekitar 10 kilometer.

Selain memastikan pengedaran logistik, BNPB juga terus melakukan pendataan terhadap kerusakan rumah akibat gempa. Hingga saat ini, sebanyak 87.828 rumah dilaporkan mengalami kerusakan dengan kategori rusak berat, sedang, dan ringan.

Menurutnya, nomor tersebut tetap berkarakter sementara lantaran BNPB berbareng pemerintah wilayah tetap melakukan verifikasi di lapangan. Petugas pendata telah direkrut dari unsur pemerintah wilayah dan diberikan pengarahan teknis untuk menyamakan standar penilaian kerusakan bangunan.

“Angka 87.826 ini bisa bertambah ataupun bisa berkurang, sesuai dengan kriteria nan ada pada kami,” katanya. (H-4)
 

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia