Binti Mufarida
, Jurnalis-Rabu, 21 Oktober 2026 |20:14 WIB

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi.
JAKARTA - Kombinasi metode dry ice dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terbukti efektif menanggulangi kebakaran rimba dan lahan (karhutla), demikian disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi. Strategi ini tercatat sukses memicu hujan di tiga dari empat provinsi nan menjadi sasaran operasi.
Kristomei mengatakan bahwa pihaknya terus memacu upaya penanganan karhutla melalui campuran teknologi dry ice dan penyemaian awan menggunakan natrium klorida (NaCl).
“Per hari ini saja kita menerbangkan lima sorti di Kalimantan Tengah dan satu sorti di Sumatera Selatan. Jarak pandang nan sebelumnya tersendat di bawah 1.000 meter sekarang sudah terbuka hingga 7.000 meter,” ujar Kristomei di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Menurut Kristomei, penggunaan dry ice bermaksud untuk memecah dan membuka lapisan asap tebal nan merintangi sinar matahari. Kondisi tersebut diharapkan dapat memicu penguapan dan pembentukan awan hujan sebelum dilanjutkan dengan penyemaian NaCl.
“Dry ice itu teknologi untuk membuka asap nan menumpuk agar sinar mentari bisa masuk dan memicu penguapan. Setelah awan hujan terbentuk, barulah dilanjutkan OMC menggunakan NaCl agar hujan bisa turun,” jelasnya.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·