BNPB Klaim Karhutla di Sumatra semakin Terkendali

Sedang Trending 1 jam yang lalu
BNPB Klaim Karhutla di Sumatra semakin Terkendali ilustrasi(Antara)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah prioritas terus menunjukkan perkembangan positif. Meski demikian, pemerintah tetap melakukan pemantauan dan pemadaman secara terpadu guna memastikan tidak terjadi ekspansi kebakaran.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan bahwa di Provinsi Riau saat ini terpantau enam titik api dengan total luas lahan terbakar mencapai 159 hektare. Dari luasan tersebut, tim campuran telah sukses memadamkan sekitar 39 hektare.

"Kita menemukan titik api sebanyak enam dan ini sudah signifikan berkurang. Namun demikian, luas lahan terbakar tetap 159 hektare dengan luas lahan nan sukses dipadamkan 39 hektare," ujar Berton dalam konvensi pers di Jakarta, Kamis (3/9).

Kualitas udara di Riau saat ini berada pada kategori sedang hingga tidak sehat dengan jarak pandang lebih dari sembilan kilometer. Operasi pemadaman melibatkan 17.764 personel satgas darat dan udara. Satgas udara mengerahkan dua unit pesawat patroli dan tiga unit helikopter water bombing nan telah menyebarkan lebih dari 360.000 liter air.

Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tetap berjalan di Riau dengan menyemaikan 2.000 kilogram garam untuk memicu hujan di Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kota Dumai, dan sebagian wilayah Bengkalis.

Kondisi di Jambi dan Sumatra Selatan

Di Provinsi Jambi, tercatat terdapat tujuh titik panas dengan luas lahan terbakar sekitar 18,5 hektare, di mana 15,5 hektare di antaranya telah sukses dipadamkan. Satgas darat mengerahkan 5.984 personel, sementara satgas udara menggunakan tiga helikopter water bombing untuk menangani wilayah Muaro Jambi dan Batanghari.

Berdasarkan info BMKG, potensi pertumbuhan awan untuk OMC di Jambi diprediksi minim hingga 10 September 2026. Oleh lantaran itu, penyelenggaraan modifikasi cuaca berpotensi dihentikan jika kondisi tersebut berlanjut. Masyarakat diimbau tetap menggunakan masker lantaran kualitas udara tetap berada di kategori sedang hingga tidak sehat.

Sementara itu, di Sumatra Selatan terpantau 20 titik api dengan luas lahan terbakar 98,5 hektare. Tim campuran telah memadamkan 26,5 hektare lahan. Operasi water bombing di wilayah ini dilakukan secara masif menggunakan lima helikopter dengan total air mencapai satu juta liter.

"Sekitar 72 hektare tetap menjadi prioritas kami untuk dilakukan pemantauan maupun penanganan secara optimal, khususnya di area-area gambut," jelas Berton.

Lampung Nihil Titik Api

Kabar baik datang dari Provinsi Lampung nan dilaporkan sudah tidak lagi mempunyai titik api selama empat hari berturut-turut. Sebelumnya, luas lahan terbakar di Lampung mencapai lebih dari 1.715 hektare.

Keberhasilan ini didukung oleh OMC nan menyemaikan 800 kilogram garam di wilayah Lampung Selatan dan Lampung Timur. Berton memastikan satwa gajah di Taman Nasional Way Kambas tetap kondusif dan tidak terdampak karhutla. Operasi modifikasi cuaca di Lampung secara resmi dihentikan pada 2 September 2026.

BNPB menegaskan bahwa meskipun tren penanganan membaik, pemantauan intensif tetap dilakukan, terutama di wilayah lahan gambut nan mempunyai tingkat kerawanan tinggi terhadap munculnya kembali titik api. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia