BNPB Buka 3 Posko Logistik untuk Percepat Bantuan Gempa NTT

Sedang Trending 55 menit yang lalu
Pekerja melangkah di dekat gedung Kantor Bupati Manggarai nan mengalami kerusakan akibat gempa di Kabupaten Manggarai, NTT, Minggu (16/8/2026). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membuka tiga posko logistik untuk mempercepat penyaluran support bagi masyarakat terdampak gempa bumi 7,7 magnitudo nan mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8).

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan tiga posko tersebut berada di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Bandara Labuan Bajo, dan Maumere.

“Posko support logistik nasional sudah kita buka di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dan posko penerimaan logistik utama itu kita buka di Bandara Labuan Bajo, dan posko logistik pendukung juga kita buka di Maumere,” kata Abdul dalam bertemu pers pembaruan penanganan gempa M7,7, Minggu (16/8).

Abdul mengatakan, ketiga posko tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat, organisasi, maupun beragam pihak nan mau menyalurkan support bagi korban gempa di NTT.

“Bagi masyarakat, organisasi, dan segenap entitas lainnya nan mau meringankan beban saudara-saudara kita nan sedang terdampak musibah di Nusa Tenggara Timur bisa langsung ke tiga posko logistik tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, pembukaan posko dilakukan untuk mengoptimalkan manajemen logistik serta pengerahan sumber daya, peralatan, personel, dan anggaran dalam penanganan bencana, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Selain posko logistik, BNPB juga membuka posko pendamping nasional di Labuan Bajo serta posko taktis lapangan di Maumere. Posko utama pendampingan tanggap darurat berada di Gedung Kantor Bupati Manggarai Barat.

Siapkan Armada Udara

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari saat memberikan keterangan mengenai pembaruan penanganan gempa M 7,7 di NTT, Minggu (16/8/2026). Foto: YouTube/BNPB

BNPB juga menyiagakan sejumlah armada udara untuk mempercepat pengedaran support andaikan akses darat menuju wilayah terdampak tetap mengalami kendala.

Di Labuan Bajo, kata Abdul, pemerintah menyiagakan satu helikopter Caracal dari TNI AU, satu helikopter Bell 412 dari TNI AD, satu helikopter BNPB, serta dua pesawat Caravan dari Kementerian Perhubungan dan BNPB.

Sementara dari Maumere disiagakan satu helikopter Bell 412 dari TNI AD, satu helikopter dari TNI AL, dua helikopter Bell dari Kementerian Perhubungan, serta satu pesawat Caravan dari BNPB.

“Ini semua kita siagakan dan kita siap untuk digunakan baik itu untuk mobilisasi personel maupun pengedaran logistik jika diperlukan seandainya ada daerah-daerah memerlukan support pengedaran logistik dari udara,” pungkasnya.

Gempa 7,7 M Guncang NTT

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8). Berdasarkan catatan BMKG, gempa terjadi pada pukul 04.58 WIB.

Pusat gempa berada di koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur, alias sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.

BMKG sempat mengeluarkan pemutakhiran peringatan awal tsunami untuk sejumlah wilayah, ialah Nusa Tenggara Barat (NTB), NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Petugas hingga sekarang tetap melakukan pemindahan serta memberikan perawatan medis bagi penduduk nan terdampak gempa. Sementara terdata, 53 orang meninggal bumi akibat musibah ini.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan