Indonesia Open 2026 tidak hanya menjadi arena bulu tangkis bergengsi kelas dunia, tetapi juga menjadi panggung krusial bagi proses regenerasi atlet nasional. Turnamen level Badminton World Federation (BWF) Super 1.000 tersebut memberikan kesempatan berbobot bagi para atlet muda Indonesia untuk mengasah kemampuan, memperkaya pengalaman bertanding, serta membangun mental juara saat berhadapan dengan pemain-pemain terbaik dunia.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerjasama berkepanjangan antara Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk alias BNI dalam mendukung pembinaan dan pengembangan talenta muda bulu tangkis Indonesia. Dukungan tersebut membuka ruang bagi atlet-atlet potensial untuk berkembang dan mempersiapkan diri menjadi penerus tradisi prestasi bulu tangkis nasional di tingkat global.
Salah satu talenta nan mendapat kesempatan berbobot tersebut adalah pasangan dobel putra Devin Artha Wahyudi/Ali Faathir Rayhan. Kehadiran mereka di Indonesia Open 2026 menjadi bagian dari proses pembinaan jangka panjang untuk memperkuat daya saing atlet muda Indonesia di level internasional.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan bahwa kesempatan tampil di turnamen sekelas Indonesia Open merupakan bagian krusial dalam perjalanan atlet menuju level tertinggi. Menurutnya, pengalaman menghadapi pemain-pemain elite bumi bakal menjadi bekal berbobot dalam membentuk karakter, mental bertanding, serta kualitas permainan atlet muda Indonesia.
“Sebagai bank nasional nan konsisten mendukung kemajuan olahraga Indonesia, BNI meyakini bahwa pengalaman bertanding di level tertinggi merupakan investasi krusial dalam proses pembentukan atlet bergengsi dunia. Kesempatan tersebut bakal membantu atlet muda meningkatkan kepercayaan diri, memperkaya jam terbang internasional, serta memperkuat daya saing mereka di kancah global,” ujar Okki.
Sejak dipasangkan di Pelatnas, Devin/Faathir menunjukkan perkembangan nan menjanjikan. Keduanya sukses meraih gelar juara Toyota Thailand International Challenge 2025 dan Odisha Masters 2025 di India. Selain itu, mereka juga menembus babak semifinal pada wondr by BNI Indonesia International Challenge I 2025, wondr by BNI Indonesia Masters II 2025, serta Astana International Challenge 2025 di Kazakhstan.
Rangkaian prestasi tersebut menjadi parameter positif bahwa proses pembinaan atlet muda Indonesia melangkah di jalur nan tepat. Dengan support nan berkelanjutan, para atlet muda mempunyai kesempatan besar untuk berkembang menjadi kekuatan baru bulu tangkis Indonesia di masa depan.
"Prestasi nan diraih Devin dan Faathir menunjukkan bahwa Indonesia tidak pernah kekurangan talenta. nan dibutuhkan adalah kesempatan untuk berkembang, pengalaman bertanding nan memadai, serta support nan konsisten dari seluruh ekosistem olahraga. Kami optimistis semakin banyak atlet muda Indonesia nan bisa mengikuti jejak para pendahulunya dan mengharumkan nama bangsa di panggung dunia,” tambah Okki.
Sebagai mitra strategis PBSI, BNI terus berkomitmen mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan, mulai dari pengembangan talenta usia muda hingga penguatan ekosistem kejuaraan nasional dan internasional. Dukungan tersebut merupakan bagian dari kontribusi BNI dalam membangun sumber daya manusia unggul sekaligus menjaga tradisi prestasi olahraga Indonesia.
BNI meyakini bahwa investasi pada pembinaan atlet muda adalah investasi bagi masa depan bangsa. Melalui support nan konsisten dan kerjasama nan kuat dengan PBSI, BNI berambisi dapat turut melahirkan generasi penerus juara bumi nan bakal membawa Indonesia terus berhasil di pentas bulu tangkis internasional.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·