Ilustrasi.(Magnific)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan tiga wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap mempunyai kesempatan hujan dalam sepuluh hari ke depan. Potensi ini muncul di tengah kondisi tandus ekstrem nan diperkuat oleh kejadian El Nino kategori sangat kuat.
Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB, Suci Agustiarini, menjelaskan bahwa pada dasarian II September (periode 11-20 September 2026), kesempatan hujan di sebagian besar wilayah sebenarnya sangat rendah, ialah kurang dari 10 persen. Namun, terdapat pengecualian untuk beberapa titik tertentu.
"Peluang hujan lebih dari 20 milimeter per dasarian sebesar 10 sampai 40 persen diprediksi terjadi di sebagian wilayah Kota Mataram, Lombok Barat, dan Sumbawa," ujar Suci di Mataram, Jumat (11/9/2026).
Pemicu Awan Hujan
Munculnya potensi hujan di tengah musim tandus ini disebabkan oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Equatorial Rossby (ER). Kedua kejadian atmosfer tersebut memicu pembentukan awan di wilayah NTB.
Meski demikian, Suci mengingatkan bahwa secara umum El Nino tetap mendominasi dengan kategori sangat kuat. Indeks Nino3.4 tercatat berada pada nomor +2,74 derajat Celcius. Fenomena ini diprediksi bakal memperkuat dalam lama nan cukup lama.
"Masyarakat diimbau waspada terhadap akibat kekeringan, mengingat El Nino diprediksi memperkuat hingga awal tahun 2027," tambahnya.
Kondisi Kekeringan Ekstrem
Berdasarkan info BMKG pada dasarian I September 2026, curah hujan di NTB secara umum masuk kategori rendah (0-50 mm per dasarian). Curah hujan tertinggi hanya tercatat di Pos Hujan Empang, Kabupaten Sumbawa, sebesar 38 mm per dasarian.
Kondisi Hari Tanpa Hujan (HTH) di sejumlah wilayah apalagi telah mencapai kategori kekeringan ekstrem. HTH terpanjang ditemukan di Pos Hujan Bolo dan Belo, Kabupaten Bima, nan sudah tidak mengalami hujan selama 115 hari berturut-turut.
Saat ini, BMKG menetapkan status level 'Awas' kekeringan meteorologis untuk delapan kabupaten dan satu kota di NTB, dengan total 34 kecamatan nan terdampak. Dari seluruh wilayah administratif, hanya Kota Mataram nan tidak masuk dalam status level hati-hati tersebut. (Ant/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·