Jakarta -
Beredar berita bahwa kemarau tahun 2026 di Indonesia menjadi nan terparah selama 30 tahun belakangan. BMKG menyebut perihal itu tidak benar, dan menegaskan bahwa musim tandus tahun 2026 ini berkarakter lebih kering dibandingkan rata-rata selama 30 tahun.
Direktur Informasi Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab, mengatakan tandus tahun 2026 bakal lebih kering dibandingkan dengan rata-rata alias normalnya selama 30 tahun. Salah satu nan memengaruhi lantaran aktivitas El Nino.
"Musim tandus tahun 2026 diprediksi bakal lebih kering jika dibandingkan dengan normalnya alias rata-ratanya selama 30 tahun, jadi bukan nan terparah sepanjang 30 tahun," kata Fachri saat dikonfirmasi, Rabu (15/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fachri kemudian mencontohkan musim tandus tahun 2026 jika dibandingkan dengan musim tandus tahun 1997, 2005, 2015 alias 2019. Dia mengatakan musim tandus di tahun-tahun tersebut lebih kering dibanding musim tandus tahun 2026.
"Pada musim tandus tahun 2026 ini, sekitar 400 area musim (57,2% area musim) di Indonesia (di seluruh Indonesia ada 699 Zona Musim) diprediksi bakal mengalami periode musim tandus nan lebih panjang jika dibandingkan dengan normalnya (rata-ratanya)," katanya.
"Salah satu penyebabnya lantaran musim tandus tahun ini dipengaruhi dengan aktifnya El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat," imbuhnya.
BMKG dalam akun X-nya juga menegaskan bahwa rumor tandus 2026 bakal menjadi nan terparah dalam 30 tahun terakhir tidak benar. BMKG menjelaskan curah hujan saat musim tandus 2026 di bawah normal dibandingkan 30 tahun terakhir.
"Faktanya, BMKG menyampaikan bahwa curah hujan pada musim tandus 2026 diprediksi berada di bawah normal, ialah lebih rendah dibandingkan rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir," tulis BMKG dalam akun X-nya.
BMKG juga mengatakan perbandingan, musim tandus nan telah terjadi pada tahun 1997, 2005, 2015 alias 2019 lebih kering jika dibandingkan dengan prediksi musim tandus tahun 2026. Namun, bukan berfaedah tandus tahun ini menjadi nan paling parah.
"Artinya, kondisi ini tidak serta-merta berfaedah tandus paling parah dalam 30 tahun, melainkan menunjukkan adanya potensi curah hujan nan lebih sedikit dari biasanya," jelas BMKG.
(zap/azh)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·