BMKG Siap 'Bikin Hujan' di Jakarta Saat Kemarau Panjang, tapi Ada Syaratnya

Sedang Trending 5 jam yang lalu

Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap strategi nan disiapkan untuk menekan akibat kemarau panjang di Jakarta. Salah satunya melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) alias hujan buatan, namun ada syaratnya.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan penyelenggaraan OMC di Jakarta berkarakter situasional. OMC dilakukan jika tandus berkepanjangan di Jakarta.

"Kalau di Jakarta situasional ya. Jadi BMKG bekerjasama dengan BPBD DKI Jakarta itu secara situasional memandang situasi nan ada di Jakarta. Jadi ketika memang kondisinya sudah hari tanpa hujan cukup panjang, maka dilakukan operasi modifikasi cuaca," kata Faisal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menegaskan keberadaan awan menjadi syarat utama penyelenggaraan modifikasi cuaca. Tanpa awan, hujan buatan tidak bisa dilakukan.

"Dengan catatan ketika awan tetap ada ya. Karena jika tanpa awan kita tidak bisa memodifikasi, sehingga nantinya bisa membikin Jakarta lebih adem," ujarnya.

Selain memanfaatkan OMC, BMKG juga telah memasang Ground Based Generator (GBG) di sejumlah gedung tinggi di Jakarta. Teknologi ini digunakan untuk membantu memicu hujan ketika terdapat awan nan dinilai berpotensi menghasilkan hujan.

"Karena begini, di beberapa gedung tinggi di Jakarta, bekerjasama BMKG juga dengan BPBD DKI Jakarta, itu kita juga memasang namanya Ground Based Generator," ujarnya.

"Jadi ketika kelak ada awan nan kira-kira sehat untuk menghujankan Jakarta, maka bakal dilepaskan uap air alias flare untuk kemudian terjadi hujan," lanjut Faisal.

Faisal mengatakan langkah tersebut juga menjadi upaya menjaga kualitas udara saat tandus berkepanjangan. Menurutnya, kualitas udara di Jakarta umumnya memburuk andaikan hujan tidak turun selama dua hingga tiga pekan.

"Ini biasanya jika dalam 2-3 minggu tanpa hujan sama sekali, kualitas udara di Jakarta juga menurun. Jadi salah satu upayanya adalah dengan melakukan hujan pada saat kondisinya memungkinkan di Jakarta," ujarnya.

(eva/fca)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News