BMKG Pantau Pergerakan 3 Bibit Siklon Tropis, Waspada Potensi Cuaca Ekstrem

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Binti Mufarida , Jurnalis-Selasa, 03 Maret 2026 |12:52 WIB

BMKG Pantau Pergerakan 3 Bibit Siklon Tropis, Waspada Potensi Cuaca Ekstrem

BMKG Pantau Pergerakan 3 Bibit Siklon Tropis, Waspada Potensi Cuaca Ekstrem (Dok BMKG)

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi kemunculan tiga bibit siklon tropis nan berada di sekitar wilayah Indonesia. Keberadaan kejadian ini memicu potensi peningkatan curah hujan (cuaca ekstrem), angin kencang, hingga gelombang tinggi di sejumlah provinsi dalam beberapa hari ke depan.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan berasas pantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta hingga pukul 07.00 WIB, ketiga sistem nan saat ini aktif adalah Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Banten–Jawa Barat, Bibit Siklon Tropis 93S di sebelah barat laut daratan Australia, serta Bibit Siklon Tropis 92P di Teluk Carpentaria sebelah selatan Papua Selatan. 

“Kami memantau pergerakan ketiga bibit siklon ini secara intensif selama 24 jam penuh. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi akibat tidak langsungnya, seperti genangan alias angin kencang. Pastikan hanya merujuk pada kanal resmi BMKG untuk menghindari info nan tidak betul (hoaks)," kata Faisal, Selasa (3/3/2026). 

Sementara itu, Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan berasas hasil kajian terkini, Bibit Siklon 90S mempunyai kesempatan tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24-48 jam ke depan. Sementara bibit lainnya, 93S dan 92P mempunyai kesempatan rendah namun keseluruhannya tetap memberikan akibat tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan Indonesia. 

“Kemunculan ketiga bibit siklon ini meningkatkan gradien tekanan udara nan memperkuat kecepatan angin permukaan serta memicu pemusatan massa udara. Kondisi ini diperkuat suhu muka laut nan hangat di perairan selatan dan timur Indonesia, serta terbentuknya area pertemuan angin (konfluensi) di sepanjang Bali hingga Nusa Tenggara Timur,” ujarnya. 

Dampak nan ditimbulkan dari aktifnya sistem dinamika atmosfer ini adalah terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. Serta potensi angin kencang di Bali, DI Yogyakarta, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan dan pesisir selatan Papua Selatan.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin news lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com