BMKG: Gempa 7,7 M di Filipina Akibat Subduksi, Dirasakan di Sejumlah Wilayah RI

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Senin (22/12/2025). Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet

BMKG mengungkapkan gempa bumi tektonik berkekuatan 7,7 magnitudo nan mengguncang Pantai Selatan Mindanao, Filipina, terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng memicu peringatan awal tsunami di sejumlah wilayah Indonesia.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal nan dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng. Hasil kajian juga menunjukkan sistem sumber gempa berupa pergerakan naik alias thrust fault.

"Dengan memperhatikan letak episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi nan terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng. Hasil kajian sistem sumber menunjukkan bahwa gempa bumi mempunyai sistem pergerakan naik alias thrust fault," kata Faisal saat konvensi pers di Kantor BMKG, Jakarta, Senin (8/6).

Faisal menjelaskan, guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah dengan tingkat intensitas nan berbeda-beda.

“Dampak Guncangan (Skala Intensitas) Gempa bumi ini dirasakan di beragam wilayah,” ujarnya.

Adapun wilayah nan merasakan guncangan gempa antara lain:

Skala IV MMI (dirasakan orang banyak dalam rumah, gerabah pecah, jendela alias pintu berderik):

  • Kota Morotai

  • Halmahera Utara

  • Skala III-IV MMI:

  • Kabupaten Gorontalo Utara

Skala III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa seperti truk berlalu):

  • Batang Dua, Ternate

  • Halmahera Barat

  • Gorontalo

  • Halmahera Selatan

  • Halmahera Timur

  • Parigi Moutong

  • Manado

  • Minahasa

  • Palu

  • Bitung

  • Bolaang Mongondow Timur (Boltim)

  • Halmahera Tengah

Meski guncangan dirasakan hingga sejumlah wilayah di Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo, BMKG menyatakan belum menerima laporan mengenai kerusakan gedung maupun korban akibat peristiwa tersebut.

"Hingga saat ini belum ada laporan akibat kerusakan nan ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," ujar Faisal.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan